Sabtu, 9 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi dan Teluk Kutuk Keras India, Juru Bicara Partai Bharatiya Janata Hina Nabi Muhammad

erajaan Arab Saudi bersama negara Teluk lainnya bersama lembaga-lembaga Muslim mengutuk keras India.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Narinder NANU
Aktivis dari berbagai organisasi Sikh dibawah Partai Bharatiya Janata meneriakkan slogan-slogan setelah berdoa di Kuil Emas dalam rangka peringatan 38 tahun Operasi Bintang Biru, di Amritsar, India, Senin (6/6/2022). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi bersama negara Teluk lainnya bersama lembaga-lembaga Muslim mengutuk keras India.

Seorang pejabat tinggi di Partai Bharatiya Janata yang berkuasa di India mengeluarkan pernyataan yang menghasut terhadap Nabi Muhammad SAW.

Arab Saudi menegaskan menuntut tindakan nyata untuk mengakhiri tindakan Islamofobia semacam itu di India.

Pernyataan Nupur Sharma, juru bicara Partai Bharatiya Janata pimpinan Perdana Menteri India Narendra Modi pekan lalu disalahkan atas bentrokan di negara bagian India.

Sehingga, muncul tuntutan untuk penangkapannya, dimana kemarahan menyebar ke negara-negara Muslim.

Dilansir ArabNews, Senin (6/6/2022), dia membuat pernyataan yang menghasut selama debat TV tentang Nabi Muhammad.

Baca juga: Mahkamah Agung India Cabut Larangan Shalat Berjamaah Dalam Jumlah Besar di Masjid

Riyadh menggambarkan komentar juru bicara itu menghina Nabi Muhammad.

Arab Saudi menyerukan penghormatan terhadap kepercayaan dan agama.

Saat mengutuk pernyataan Sharma, Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan:

"Kami menegaskan kembali penolakan terhadap prasangka terhadap simbol-simbol agama Islam dan menolak merugikan semua tokoh dan simbol agama.

Kementerian juga menyambut baik tindakan yang diambil oleh BJP yang telah memberhentikan juru bicara itu dari pekerjaannya.

Sharma diskors pada Minggu (5/6/2022) karena kemarahan menyebar ke luar negeri ke negara-negara Muslim.

Baca juga: Yasin Malik, Tokoh Separatis Kashmir Dihukum Penjara Seumur Hidup di India

Qatar langsung menuntut India meminta maaf atas komentar Islamofobia, ketika Wakil Presiden India Venkaiah Naidu mengunjungi negara Teluk yang kaya itu dalam upaya meningkatkan perdagangan.

Duta Besar India di Doha, Deepak Mittal, diperintahkan ke kementerian luar negeri pada hari kedua kunjungan Naidu dan para pemimpin bisnis India.

Utusan itu diberikan surat protes resmi yang mengatakan "Qatar mengharapkan permintaan maaf ke publik dan kecaman segera atas pernyataan ini dari pemerintah India.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved