Sabtu, 23 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi Jadikan Pemuda Sebagai Aset Utama Kerajaan, Bukan Energi Minyak

Kerajaan Arab Saudi dinilai telah menjadikan pemuda sebagai aset utama untuk membangun negeri lebih makmur lagi.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Richard Attias, kurator Konferensi Hegra, dan CEO Institut Inisiatif Investasi Masa Depan gelar konferensi di Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, ALULA - Kerajaan Arab Saudi dinilai telah menjadikan pemuda sebagai aset utama untuk membangun negeri lebih makmur lagi.

Hal itu sesuai dengan Visi Saudi 2030 yang telah menjadikan kaum muda sebagai alat mencapai tujuan dekade berikutnya.

Hal itu tertuang dalam diskusi panel berjudul “Bagaimana Pemuda Akan Membangun Dekade Berikutnya”

Sesi tersebut merupakan bagian dari Konferensi Hegra Peraih Nobel dan Teman 2022 yang diadakan di Maraya Concert Hall, Riyadh pada hari Minggu.

Richard Attias, kurator Konferensi Hegra, dan CEO Institut Inisiatif Investasi Masa Depan, mengatakan bahwa pemuda Saudi adalah aset utama Kerajaan.

“Orang-orang muda bukanlah masa depan, tetapi mereka sebagai aset utama Kerajaan," ujarnya.

"Kita berbicara tentang Kerajaan Arab Saudi sebagai Kerajaan energi," tambahnya.

"Energinya bukan minyak; energinya adalah pemuda Arab Saudi,” katanya.

Baca juga: Gadis Cilik Arab Saudi Berhasil Tempati Juara Kedua Kompetisi Aritmatika Mental Internasional

Ketua Pusat Penelitian dan Studi Islam Raja Faisal, Pangeran Turki bin Faisal mengatakan kaum muda terwakili dengan baik di konferensi tersebut.

“Pemuda Arab Saudi terwakili dengan baik di sini melalui Mawhiba," jelasnya.

"Tetapi juga melalui berbagai universitas yang mengirim mahasiswa ke sini, seperti KAUST dan universitas lain yang berkontribusi dalam diskusi ini," tambahnya.

"Mereka tidak hanya akan belajar dari diskusi di sini, tetapi juga saya pikir mereka akan berkontribusi pada hasil konferensi ini,” katanya kepada Arab News, Senin (6/6/2022).

Pangeran Turki menyoroti konferensi akbar seperti ini karena Visi Saudi 2030.

“Fakta, kita memiliki koleksi pemenang hadiah dunia, bukan hanya Hadiah Nobel, tetapi juga Hadiah Raja Faisal, Hadiah UNESCO dan hadiah lainnya, Hadiah Pulitzer," tambahnya.

"Semuanya bersama-sama di satu tempat untuk membahas bagaimana berkontribusi untuk kesejahteraan umat manusia adalah pencapaian yang paling luar biasa dan itu karena Visi 2030, ”katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved