Kamis, 4 Juni 2026

Sekjen Gerindra Sebut Prabowo akan Maju Sebagai Capres pada 2024, bukan ‘King Maker’

Meski akan mendorong Prabowo sebagai capres dari Partai Gerindra, namun tak dapat dipungkiri bahwa Menteri Pertahanan itu harus memiliki pendamping.

Tayang:
Instagram: puanmaharaniri
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo berfoto bersama, Senin (2/5/2022). 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Muzani juga menegaskan, bahwa Prabowo Subianto bukan 'king maker' di Pilpres. Maka, ia meminta kepada seluruh kader Partai Gerindra untuk menyiapkan diri serta merapatkan barisan untuk memenangkan Prabowo.

Meski akan mendorong Prabowo Subianto sebagai capres dari Partai Gerindra, namun tak dapat dipungkiri bahwa Menteri Pertahanan itu harus memiliki pendamping.

Baik koalisi partai politik maupun calon wakil presiden (Cawapres).

Usaha pun dilakukan oleh Prabowo dengan melakukan penjajakan dengan parpol lain, termasuk Partai NasDem.

Pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pun bisa dilihat sebagai upayanya membangun koalisi.

Apalagi, saat ini Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah membentuk koalisi yang diberi nama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyebut, pasca dideklarasikan KIB, suka tidak suka, mau tidak mau, Prabowo harus kerja keras cari pendamping termasuk cari partai koalisi.

Karena Prabowo paham dan tahu, bahwa KIB dibentuk bukan untuk dirinya. "Bahkan akan menjadi lawan politiknya," kata Ujang saat dihubungi tribun network, Senin (6/6/2022).

Baca juga: Innalillah, Jauhari Amin, Anggota DPRA dari Dapil Langsa-Aceh Tamiang Meninggal Dunia

Baca juga: Kliennya Dituntut Maksimal, PH Terdakwa Akan Lakukan Pembelaan Tertulis, Sidang Ditunda ke Jumat Ini

Baca juga: Dua Nelayan Julok Aceh Timur Dilaporkan Hilang Saat Melaut, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 

Ujang juga menilai, pertemuan-pertemuan Prabowo dengan ketua umum-ketua umum partai lain, itu bagian dari usaha atau kerja keras agar dapat kawan koalisi.

"Karena Gerindra tak akan bisa usung Prabowo, jika tak berkoalisi dengan partai lainnya," terangnya.

Ia juga menyoroti soal keinginan kader, kelihatannya Prabowo tetap akan maju sebagai capres. Namun, soal menang atau kalah itu lain lagi.

"Jika Prabowo tak maju, maka Partai Gerindra tak akan mendapatkan efek ekor jas, dan itu akan merugikan Partai Gerindra sendiri," jelas Ujang.

Sementara, pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut, tak ada pilihan lain Prabowo harus mencari tambahan dukungan politik jika ingin tanding lagi di pemilu 2024.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved