Minggu, 19 April 2026

Konsultasi Agama Islam

Dimana Letak Syurga dan Neraka - Konsultasi Agama Islam

Ruang Konsultasi Agama Islam - Program Kerjasama Serambi Indonesia dengan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) 

Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM/ISAD
Dimana Letak Surga dan Neraka - Pertanyaan kedua Program Konsultasi Agama Islam kerjasama SERAMBI INDONESIA - ISAD 

الجنة فى السماء والنار فى الأرض

Syurga berada di atas langit, sedangkan neraka berada di atas bumi.

Pendapat ketiga, neraka di atas langit. Al-Suyuthi tidak menyebut dalil pendapat yang ketiga ini.

Alhasil mengenai letak neraka kita berpegang sebagaimana penjelasan al-Suyuthi pada awal pembahasannya dalam kitabnya Itmam al-Dirayah li Qurra-I al-Niqayah, beliau  mengatakan : “Kita berpendapat tawaqquf (tidak berpendapat apa-apa) masalah letak lokasi neraka, karena tidak diketahui lokasinya kecuali hanya Allah. Menurutku, tidak ada hadits yang shahih yang dapat menjadi pegangan tentang ini.”

4.  Syurga dan neraka hanya dapat dihuni setelah kematian dan kiamat terjadi. Karena syurga dan neraka hanya diperuntukan sebagai balasan amal baik dan jahat di hari akhirat kelak sebagaimana kandungan firman Allah Ta’ala dan hadits Nabi SAW pada point 1 di atas. Juga Rasulullah SAW bersabda :

قَآتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ، ‌فَيَقُولُ ‌الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

Pada hari kiamat, aku mendatangi pintu syurga, lalu aku minta agar dibukakan. Sang penjaga pintu bertanya, “Siapa kamu?” Aku jawab, “Muhammad.” Kemudian penjaga ini menyatakan, “Aku diperintahkan untuk membuka karenamu. Tidak akan aku buka pintu syurga bagi siapapun sebelum kamu. (H.R. Muslim).

Dalam hadits lain, Rasululllah SAW bersabda :

أَنَا أَكْثَرُ الأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ

Saya adalah nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat. Dan saya orang yang pertama kali mengetuk pintu syurga. (H.R. Muslim).

Dalam hadits riwayat Ahmad bin Hanbal, Rasululllah SAW bersabda :

أَنَا أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا فَخْرَ

Saya orang yang pertama masuksyurga di hari kiamat. Dan bukan untuk sombong. (H.R. Ahmad bin Hanbal)

Karena itu, al-Karmaniy sebagaimana dikutip oleh Ibnu Hajar al-Asqalaniy dalam Fathulbarri mengatakan : “Sesungguhnya seseorang tidak akan masuksyurga kecuali sesudah mengalami kematian.”

Adapun berita-berita pada waktu mikraj bahwa Nabi SAW sempat masuk ke dalam syurga  serta melihat beberapa manusia dalam syurga dan neraka, jawaban ulama tentang ini  sebagaimana disebut dalam Fathulbarri antara lain bahwa hal tersebut terjadi khusus pada para anbiya dan orang-orang yang masih berada di dunia, namun sudah keluar dari alam dunia dan masukke alam malakut. Adapun orang-orang yang dilihat Nabi SAW pada waktu mi’raj, ini hanya manusia dalam bentuk ruhnya saja sebagaimana yang terjadi pada para syuhada sebagaimana sabda Nabi SAW yang berbunyi :

إِنَّمَا ‌نَسَمَةُ ‌الْمُؤْمِنِ طَيْرٌ يُعَلَّقُ فِي شَجَرِ الْجَنَّةِ حَتَّى يُرْجِعَهُ اللَّهُ إِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ يَبْعَثُهُ

Sesungguhnya jiwa orang mukmin itu berupa burung yang bergantung di pepohonan syurga  hingga Allah mengembalikannya ke jasadnya pada hari Dia membangkitkannya. (H.R. Malik)

Berdasarkan uraian di atas, maka jawaban untuk pertanyaan tgk Akmal di atas dapat dirangkum sebagai berikut :

a.    Syurga dan neraka sebagai balasan amal anak manusia di akhirat kelak adalah sesuatu yang haq dan benar. Ini merupa akidah yang wajib diimani oleh setiap muslim. Syurga dan neraka merupakan perkara ghaib, keberadaan dan letaknya diketahui hanya melalui keterangan dari Allah dan Rasul-Nya dan tidak dapat ditelusuri dengan akal manusia.

b.    Berdasarkan keterangan-keterangan dalam uraian di atas, syurga terdapat dilangit ketujuh dan di bawah arasy, namun tidak ada keterangan yang shahih mengenai letak neraka sebagaimana dijelaskan al-Suyuthi di atas.

c.     Secara umum syurga dan neraka hanya dapat di huni setelah kematian dan kiamat tiba kecuali yang terjadi pada manusia-manusia pilihan Allah Ta’ala seperti yang terjadi pada Nabi Adam a.s., Nabi Muhammad SAW pada waktu mikraj dan manusia yang hanya dalam bentuk ruh seperti para syuhada dan lainnya sesuai dengan kehendak Allah Ta’ala. (Tgk Alizar Usman)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved