Jumat, 17 April 2026

Internasional

Duterte Ngaku Tak Mampu Lawan Cina, Berperang Perebutkan LCS

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan, negaranya tidak mampu berperang melawan Cina.

Editor: bakri

MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan, negaranya tidak mampu berperang melawan Cina.

Hal ini ia sampaikan dalam pidatonya di depan personel penjaga pantai Filipina, terkait sengketa Laut Cina Selatan.

Di penghujung masa kepresidenannya, Duterte membuat pernyataan tersebut dalam peresmian kapal patroli maritim BRP Melchora Aquino, tambahan terbaru untuk armada Penjaga Pantai Filipina, kemarin.

BRP Melchora Aquino merupakan Multi-Role Response Vessel (MRRV) yang akan membantu pasukan berpatroli di garis pantai kepulauan Filipina dan mencegah serangan Cina ke perairan yang diklaim oleh Manila.

"Kami tidak mampu berperang dengan Cina.

Kami tidak bisa menang dan kami akan kalah dan penduduk akan menderita," katanya, menurut transkrip resmi pidatonya yang dirilis pada Senin (13/6/2022), dikutip dari Radio Free Asia.

Sebelumnya pada Kamis lalu, Departemen Luar Negeri mengumumkan protes atas kembalinya lebih dari 100 kapal Cina yang beroperasi secara ilegal di perairan di dalam dan sekitar Julian Felipe Reef pada 04 April 2022, hampir setahun setelah insiden pengerumunan yang sama diprotes oleh pemerintah Filipina.

Lalu pada Jumat, Departemen mengumumkan protes lain terhadap Beijing karena kapal-kapal Cina diduga menangkap ikan secara ilegal di sekitar Second Thomas Shoal di Kepulauan Spratly.

Kapal-kapal penjata pantai Cina juga disebut membayangi kapal-kapal Filipina.

Baca juga: Tiongkok Segera Gelar Latihan Militer di Laut Cina Selatan, Tutup Area 100 Km Persegi

Baca juga: Angkatan Laut AS Temukan Lokasi Kapal Selam Nuklir Tabrak Gunung Bawah Laut Cina Selatan

"Kami tidak mengirim kapal abu-abu ke sana karena itu adalah kapal perang.

Itu akan memproyeksikan gambaran yang berbeda untuk semua orang," kata Duterte, selama acara peresmian, mengacu pada kapal Penjaga Pantai, tidak seperti kapal angkatan laut, dicat putih.

Dalam pidatonya, Duterte juga menyinggung pemimpin Cina Xi Jinping sebagai "seorang teman".

Namun ia mengatakan, Filipina secara berkala harus menegaskan apa yang menjadi miliknya.

"Dan kami telah berbicara banyak dalam banyak kunjungan yang saya lakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi saya menjelaskan kepadanya bahwa kita tidak dapat menyerahkan kedaulatan atas perairan di Laut Filipina Barat, termasuk zona ekonomi eksklusif karena itu vital bagi kehidupan nasional kita," kata Duterte, menggunakan nama Filipina untuk wilayah yang diklaim oleh Manila di di Laut Cina Selatan.

Pemerintah Cina belum menanggapi pernyataan Duterte ini.(tribunnews.com)

Baca juga: Duterte Nyatakan Siap Perang di Laut Cina Selatan, Bukan Soal Ikan Tapi Tentang Harta Karun

Baca juga: Duterte Terenyuh, Perang Lawan Narkoba Ternyata Perang Melawan Negaranya Sendiri

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved