Haji 2022

Masih Banyak CJH Bawa Barang Terlarang, Petugas Bandara Sita Cutter hingga Gunting Kuku

Calon Jamaah Haji (Aceh) Embarkasi Aceh sudah dua kelompok terbang (kloter) berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda

Editor: bakri

BANDA ACEH - Calon Jamaah Haji (Aceh) Embarkasi Aceh sudah dua kelompok terbang (kloter) berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.

Namun, hingga kini masih banyak jamaah yang membawa sejumlah barang terlarang.

Hal itu diketahui saat CJH melakukan boarding pass di Asrama Haji Embarkasi Aceh dalam dua terakhir.

Saat memantau kegiatan tersebut, petugas Bandara SIM menyita sejumlah barang terlarang dari para jamaah.

Barang itu antara lain cutter, gunting kecil, gunting kuku, dan botol minuman yang volumenya di atas 100 mililiter (ml).

Informasi itu disampaikan General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh, Tosan Anda Andika, disela-sela memantau boarding jamaah di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Kamis (16/6/2022).

"Jadi memang dari kloter pertama sampai saat ini (kloter 2) masih banyak ditemukan barang-barang benda tajam yang dibawa jamaah dalam tas," kata Tosan kepada wartawan.

Padahal, menurut Tosan, pihaknya bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh sudah melakukan sosialisasi tentang benda apa saja yang tak boleh dibawa dalam penerbangan internasional.

Baca juga: Cegah Dehidrasi, Dinas Kesehatan Aceh Imbau Calon Jamaah Haji Banyak Minum Air Putih

Baca juga: Bupati Aceh Selatan Lepas Keberangkatan 54 Calon Jamaah Haji

"Sebelum dilakukan screening atau boarding menuju bus dan pesawat, kita ada sesi yang namanya safety penerbangan.

Di situ dijelaskan tidak boleh membawa barang yang dilarang.

Namun, sepertinya banyak jamaah kita membawa barang-barang seperti gunting, cutter, dan gunting kuku.

Itu tidak boleh," ujarnya.

"Walaupun barang-barang tersebut disimpan dalam handuk, itu tetap akan ketahuan.

Jadi, kami terus mengingatkan jamaah agar sebelum discreening tolong kalau ada barang-barang berbahaya segera dikeluarkan dari dalam tas," pinta Tosan.

Dalam penerbangan internasional, sebutnya, untuk cairan seperti aerosol atau gel yang bisa dibawa maksimal 100 ml.

Kalau misalnya ada body lotion atau shampoo yang ukurannya sampai 200 ml, lanjut Tosan, itu juga tidak boleh dibawa.

"Itu sudah kita sosialisasikan kemarin.

Jadi, untuk penerbangan internasional maksimal 100 ml per kemasan.

Kalau handsinitaizer dari KKP per 60 mililiter.

Tapi, ada shampoo dan body lation lainnya melebihi 100 ml, termasuk botol air kemasan, itu tidak perlu dibawa karena di pesawat disediakan," lanjut dia.

Dalam penyitaan tersebut, tambah Tosan, pihaknya tidak menemukan makanan berbau menyengat.

"Kalau makanan tidak ada yang disita.

Dalam penerbangan tujuh jam itu, jamaah mendapat dua makan besar, makan panas, dan satu snack.

Insya Allah jamaah tidak akan kelaparan," tutup General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh, Tosan Anda Andika.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Aceh, Iqbal, juga sudah berulang kali mengingatkan jamaah agar tidak membawa barang yang dilarang selama penerbangan.

Iqbal menyebutkan, ada sejumlah barang yang tidak boleh dibawa saat menunaikan ibadah haji dan apabila kedapatan akan disita oleh petugas.

Barang tersebut yaitu emas dan perak dalam bentuk bijih maupun murni, bahan ledakan, senjata tajam, peralatan yang mengandung gas, obat-obatan terlarang, makanan berbau menyengat, gambar/VCD asusila atau sejenisnya Selain itu, tambah Iqbal, jamaah juga dilarang mengaktifkan handphone (Hp) saat berada dalam pesawat, serta dilarang membawa cairan yang bersifat korosif dan cairan dalam botol seperti saus, kecap, dan sambal.

Jamaah Kloter 2 Take Off Setelah Tertunda 11 Jam

Pesawat Skyteam Garuda Indonesia yang mengangkut 393 Calon Jamaah Haji (CJH) Aceh kelompok terbang (kloter) 2 meninggalkan landasan pacu Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, menuju Arab Saudi, pada Kamis (16/6/2022).

Burung besi tersebut terbang tepat pukul 13.25 WIB, setelah sebelumnya sempat tertunda keberangkatan sekitar 11 jam karena ada kendala teknis atau dalam kondisi maintenance (perawatan).

Sedianya, CJH Kloter 2 Aceh ini terbang pada Kamis (16/6/2022) dini hari pukul 01.50 WIB.

Namun, kemudian ditunda setelah mendapat informasi bahwa pesawat dalam kondisi maintenance.

Jamaah kloter 2 berasal dari Bireuen 117 orang, Banda Aceh 70 orang, Aceh Tengah 59 orang, Aceh Tenggara 57 orang, Bener Meriah 55 orang, dan Gayo Lues 30 orang.

Amatan Serambi, sebanyak sembilan bus membawa jamaah kloter 2 dari Asrama Haji Embarkasi Aceh menuju Bandara SIM, sekitar pukul 11.30 WIB, kemarin.

Setiba di bandara, bus pengangkut jamaah langsung diarahkan di tangga pesawat.

Lalu, satu persatu jamaah turun dari bus dan kemudian beralih naik ke dalam pesawat.

Dua jamaah perempuan terlihat sujud syukur di kaki tangga pesawat.

Beberapa lainnya tampak menadahkan tangannya sebelum naik pesawat.

Pesawat Boeing 777 300ER tersebut lepas landas (take off) dari Bandara SIM pukul 13.

25 WIB menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Azis, Madinah, Arab Saudi, dengan perkiraan waktu tempuh tujuh jam.

Penjelasan garuda

General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh, Tosan Anda Andika, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, penundaan keberangkatan jamaah Kloter 2 karena ada kendala teknis atau pesawat dalam kondisi maintenance (perawatan).

"Terkait kemarin (malam) adanya penundaan penerbangan karena ada maintenance pesawat," katanya siang kemarin.

Namun, Tosan tidak menjelaskan secara rinci penyebab terjadinya maintenance pada pesawat yang mengangkut jamaah haji Aceh kloter 2 tersebut.

"Mungkin ketika penerbangan ada satu problem.

Ketika kita cek harus ada perbaikan," lanjut Tosan.

Ia mengungkapkan, dalam masa perbaikan itu ada sparepart pesawat yang harus diganti.

"Iya benar.

Hari ini (pagi kemarin-red) sudah sampai dan sudah selesai diganti (pada siangnya).

Cuma kami tetap maunya pengecekan lagi sampai 100 persen," tutur dia.

"Infonya jam 11.40 tadi sudah ready sebenarnya.

Tapi kita skedulkan jam 01.00 (siang), agar ada pengecekan dan memastikan segalanya berjalan dengan aman," terang Tosan.

Tosan menambahkan, CJH Kloter 2 pada Rabu (15/6/2022) malam belum sempat pergi ke bandara karena informasi pesawat tidak bisa terbang lebih cepat diberitahu kepada jamaah.

"Semalam (Rabu malam) sekitar pukul 10.00 WIB, jamaah kembali ke kamar masing-masing," demikian Tosan Andika.

Kloter 3 juga digeser Dampak penundaan itu, keberangkatan 393 jamaah Aceh dalam tergabung dalam Kloter 3 juga ditunda.

Awalnya, penerbangan melalui Bandara SIM dijadwalkan pada Jumat (17/6/2022) dini hari WIB.

Namun kemudian digeser menjadi Jumat (17/6/2022) pagi ini.

"Jadwal awal, kloter 3 take off pada hari Jumat pukul 00.10 WIB.

Tapi, setelah direvisi, jamaah kloter tersebut akan diberangkatkan pada hari Jumat pagi," ujar Koordinator Humas dan Penerangan PPIH Aceh, Tajri bin Yakub SHI MSi, yang dihubungi Serambi, kemarin.

Ia menyebutkan, CJH kloter 3 berasal Aceh Besar 42 orang, Pidie 153 orang, Aceh Timur 104 orang, dan Langsa 88 orang. (mas)

Baca juga: Lepas Keberangkatan 58 Jamaah Calon Haji Aceh Tengah, Ini Pesan Bupati Shabela Abubakar

Baca juga: Tiba di Madinah, Jamaah Haji Aceh Ramai-ramai Ziarahi Makam Rasulullah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved