Breaking News:

Wisata

Dyah Erti Idawati Mengaku Takjub pada Keindahan Pulau Banyak

Sudah lama Dyah mendengar kabar bahwa Pulau Banyak itu indah sekali. Namun, baru kali ini apa yang didengarnya itu ia buktikan dengan mata kepala send

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/YARMEN DINAMIKA
Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, istri Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, berpose di Pantai Pulau Panjang, Jumat (17/6/2022) pagi. 

Laporan Yarmen Dinamika l Pulau Panjang

SERAMBINEWS.COM, PULAU PANJANG - Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, istri Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, mengaku takjub pada keindahan Pulau Banyak, khususnya Pulau Panjang, tempat ia dan rombongan menginap sejak Kamis (16/6/2022) malam hingga Jumat (17/6/2022) pagi.

Ia menyebut Pulau Panjang benar-benar indah, ibarat sekeping surga yang tercecer di bumi, tepatnya di kawasan Aceh Singkil.

Sudah lama Dyah mendengar kabar bahwa Pulau Banyak itu indah sekali. Namun, baru kali ini apa yang didengarnya itu ia buktikan dengan mata kepala sendiri setelah tiba dan menginap di Pulau Panjang.

"Wah, ternyata tempat ini benar-benar sangat indah. Suasananya juga sangat oke. Lautnya pun bersih dan biru sekali. Tempat ini memang bagus sekali, terutama bagi kita yang sehari-hari di sela-sela kesibukan pekerjaan, untuk 'healing'," ujar Dyah Erti.

Kampanye Pulau Banyak Bebas Sampah, Muslim Bikin Rumah Botol Plastik Bekas

Dyah sangat merekomendasikan Pulau Banyak untuk dikunjungi oleh siapa pun yang ingin healing dan relaksasi di sela-sela rutinitas pekerjaan yang menyibukkan dan melelahkan.

Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, istri Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, saat meninggalkan Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Balai, Aceh Singkil, Jumat (17/6/2022) pagi, naik kapal Singkil 1 didampingi Ulfa Herlida, istri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra MSP.
Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, istri Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, saat meninggalkan Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Balai, Aceh Singkil, Jumat (17/6/2022) pagi, naik kapal Singkil 1 didampingi Usfah Herlinda, istri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra MSP. (SERAMBINEWS/YARMEN DINAMIKA)

"Ini lokasi liburan yang recommended banget untuk healing dan relaksasi bagi teman-teman dan keluarga-keluarga yang ingin healing," ujarnya menjawab Serambinews.com di Pulau Panjang, Jumat.

Dosen Program Studi Arsitektur pada Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala ini menilai, terumbu karang di pulau eksotik ini merupakan daya tarik luar biasa, maka harus dipertahankan keberadaannya.

VIDEO Melihat Kapal Asing Peserta West Sumatera Rally Yacht Berlabuh di Pulau Banyak Aceh Singkil

Sebagaimana diketahui, lanjut Dyah, akibat tsunami tahun 2004 banyak sekali terumbu karang di perairan Aceh yang rusak. Tapi, alhamdulilah, di perairan Pulau Banyak masih banyak yang selamat.

"Nah, terumbu karang yang selamat dan masih bagus harus bisa diidentifikasi untuk kemudian lebih dilindungi lagi," imbuhnya.

Dyah juga mengapresiasi prakarsa Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) ataupun Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk investasi di bidang pariwisata, seperti halnya Alu-Alu Resort, tempat Dyah dan rombongan menginap.

Resor wisata di Pulau Panjang ini merupakan milik dan dikelola oleh Bumdes Pulau Baguk.

Pulau Baguk adalah pulau terdekat dengan Pulau Panjang dan merupakan salah satu dari 68 pulau yang tersebar di Gugus Kepulauan Banyak.

Menurut Dyah, pada dasarnya saat ini kesejahteraan trennya memang dimulai dari bawah, dari desa, sebagai ujung tombak masyarakat sehingga nantinya menyejahterakan keluarga-keluarga. Upaya ini dapat dicapai melalui konsep desa wisata, di mana Bumdes menjadi ujung tombaknya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved