Selasa, 9 Juni 2026

Wisata

Dyah Erti Idawati Mengaku Takjub pada Keindahan Pulau Banyak

Sudah lama Dyah mendengar kabar bahwa Pulau Banyak itu indah sekali. Namun, baru kali ini apa yang didengarnya itu ia buktikan dengan mata kepala send

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/YARMEN DINAMIKA
Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, istri Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, berpose di Pantai Pulau Panjang, Jumat (17/6/2022) pagi. 

Untuk itu, lanjut Dyah, butuh sentuhan pembinaan juga dari pemerintah melalui dinas pariwisata setempat untuk membuat masyarakat di sini lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

"Juga dari segi kebersihan dan penyajian makanan-makanannya. Kesiapan di berbagai lini harus lebih disiagakan dan lebih profesional. Fasilitas hiburan untuk wisatawan juga terus dilengkapi, misalnya ada 'banana boat' dan sebagainya," kata Dyah Erti Idawati.

Terkait kesiapan menyambut wisatawan, menurut Dyah, harus menyeluruh. "Jangan sampai nanti orang sudah jauh-jauh datang, mesin kapalnya rusak dan tak bisa menyeberang ke Pulau Banyak. Atau mati listrik, tidak ada genset. Hal-hal seperti inilah yang perlu diantisipasi dan disiagakan," ujarnya.

"Juga dalam hal bahasa, masyarakatnya perlu lebih diberdayakan. Mengingat ada orang asing yang datang, maka disiagakan masyarakat untuk mampu berbahasa asing, pelayanan ramah, dan profesional sehingga mampu menerima lebih banyak lagi wisatawan, baik yang domestik maupun mancanegara," saran Dyah.

Rencana dadakan

Sebagai istri orang nomor satu di Aceh, sudah berkali-kali Dyah Erti berkunjung ke Aceh Singkil. Namun, baru kali ini niatnya untuk menyeberang ke Pulau Banyak kesampaian.

Sebelumnya, rencana Dyah ke Pulau Banyak selalu terkendala cuaca yang tak bersahabat atau laut yang sedang bergolak dan berombak besar sehingga feri atau kapal lainnya tidak memungkinkan untuk menyeberang ke Pulau Banyak.

Kali ini, seusai ceramah Kampanye Minat Baca di Gedung Seni Budaya Aceh Singkil pada Kamis (16/6/2022) siang, tiba-tiba terbersit niat di hati Dyah Erti untuk bertolak ke Pulau Banyak. Rencananya dadakan.

Ide ini langsung disahuti Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra SSTP, MSP dan istri. Alhasil, persiapan ke Pulau Banyak pun dilakukan seusai shalat Asar.

Ternyata, jadwal keberangkatan pun harus tertunda dua jam karena pada Kamis sore itu air sungai surut dan kapal Singkil 1 milik Dinas Perhubungan Aceh Singkil tidak bisa keluar dari Kuala Gabi untuk berlayar ke Pulau Banyak.

Setelah pasang naik dan kapal penyeberangan sudah memungkinkan untuk ke luar dari Muara Gabi di pantai Pulau Sarok, maka perjalanan ke Pulau Panjang pun dimulai.

Setelah membelah malam selama satu jam, kapal Singkil 1 yang membawa Dyah Erti dan rombongan tiba di dermaga apung Pulau Panjang.

Rombongan akhirnya menginap di Alu-Alu Resort Pulau Panjang yang dikelola Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Pulau Baguk.

Setelah menunggu 30 menit, acara makan malam pun dimulai di pinggir pantai Pulau Panjang. Menunya adalah ikan bakar, ikan sambal lado, gulai pakis, dan gulai kangkung yang diorder sejak dari Singkil.

Dyah menikmati makan malam bersama ajudannya Malindayani dan Usfah Herlinda, istri Kadis Edi Yandra, di bawah gazebo menghadap ke laut lepas.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved