Sabtu, 2 Mei 2026

Kajian Islam

Bukanlah Sedekah Receh, Ini Makna Dermawan Sebenarnya Menurut Ulama Muda Aceh Ustad Masrul Aidi

Ternyata, dalam sudut pandang Islam, sering memberi sedekah kepada pengemis bukanlah suatu bentuk kedermawanan.

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Makna dermawan yang sebenarnya menurut Ulama Muda Aceh Ustad Masrul Aidi. (Foto: Ustadz Masrul Aidi prihatin dengan banyaknya kasus penistaan terhadap Islam saat berbicara pada Serambinews.com, Senin 19 April 2021) 

SERAMBINEWS.COM - Memberi sedekah kepada yang membutuhkan merupakan salah satu perbuatan yang mulia.

Dalam Islam, sedekah bahkan menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Ini karena sedekah memiliki keutamaan yang sangat besar.

Oleh sebab itu, tak sedikit orang terutama umat muslim berlomba-lomba memberi sedekah demi bisa memperoleh keutamaan tersebut.

Disamping itu, ada istilah lain yang kerap digunakan bagi mereka yang sering bersedekah.

Orang yang sering bersedekah biasanya sering disebut sebagai orang dermawan.

Baca juga: Khutbah di Masjid HKL, Ustaz Masrul Aidi Singgung soal Aceh Juara Provinsi Termiskin di Sumatera

Lalu, jika sering memberikan sedikit harta kepada pengemis atau peminta-minta, apakah termasuk dalam perilaku kedermawanan?

Ternyata, dalam sudut pandang Islam, sering memberi sedekah kepada pengemis bukanlah suatu bentuk kedermawanan.

Hal itu disampaikan oleh seorang Ulama Muda Aceh, Ustad Masrul Aidi, LC, MA dalam sebuah tulisan di akun Facebooknya baru-baru ini.

" 'Sedekah' anda yang receh pada pengemis bukanlah kedermawanan," tulis ustad Masrul di akun Facebook pribadinya, Minggu (19/6/2022).

Lantas, seperti makna dermawan yang sesungguhnya dalam pandangan Islam?

Saat dihubungi Serambinews.com, Ustad Masrul Aidi membenarkan tulisannya soal makna dermawan yang dia bagikan melalui akun Facebooknya.

"Iya benar," kata Ustad Masrul saat dihubungi Serambinews.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (21/6/2022).

Baca juga: Sedekah Secara Terang-terangan, Bolehkah? Simak Penjelasan Tgk Muhammad Farid Zuhri

Serambinews.com pun telah mendapat izin untuk mengutip penjelasannya.

Berikut penjelasan lengkap Ustad Masrul Aidi.

Makna Dermawan yang sebenarnya

Menurut Ustad Masrul Aidi, sering memberi sedekah kepada pengemis bukanlah suatu bentuk kedermawanan,

Sebab, makna dermawan yang sebenarnya ialah membantu menyelesaikan hajat tertentu.

"Misalnya, orang lapar dikasih makan, yang lurus sekolah dibantu beasiswa, tunawisma disediakan tempat tinggal," jelas Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Babul Maghfirah, Aceh Besar tersebut.

Apabila seseroang tidak mampu mengatasi hajat orang yang membutuhkan tersebut, lanjutnya, maka gotong royong adalah solusinya.

Tulisan Ulama Muda Aceh, Ustad Masrul Aidi, LC, MA soal makna kedermawanan.
Tulisan Ulama Muda Aceh, Ustad Masrul Aidi, LC, MA soal makna kedermawanan. (FACEBOOK/MASRUL AIDI)

Praktik sedekah manual tidak akan kurangi jumlah pengemis

Dalam tulisannya itu, Ustad Masrul Aidi juga menyinggung soal praktik sedekah kepada para peminta-minta di jalanan.

Dikatakan Ustad Masrul Aidi, praktik sedekah yang menurutnya masih manual itu tidak akan mengurangi jumlah pengemis.

Justru malah semakin menambah jumlahnya.

Baca juga: Hukum Sedekah Tapi Uang Pas-pasan dan Masih Punya Utang, Ini Kata Ustaz Abdul Somad

"Bila praktik sedekah anda masih manual, yakinlah, pengemis akan semakin ramai, dan makin ramai pula yang turun ke jalan, dan modusnya semakin kreatif," tulis Ustad Masrul.

"Intinya mengundang rasa iba, mulai dari ibu yang menggendong anak sampai yang sakit berkursi roda atau ngesot di jalan. Bila kursi roda sudah tak mujarrab, mungkin ranjang rumah sakit akan didorong di jalan raya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ustad Masrul menjelaskan, bahwa masjid seharusnya bisa memediasi masalah tersebut.

Kas masjid yang dikelola dengan profesional dan proporsional, seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal pula.

Setiap masjid bisa menyediakan konsumsi untuk sarapan pagi, makan siang hingga makan malam bagi mereka yang membutuhkan.

"Syaratnya, ikuti salat berjamaah dan pengajian," terangnya.

Selain itu, menurut Ustad Masrul Aidi, setiap masjid juga bisa menyediakan ruang istirahat yang layak.

Baca juga: Beredar Video Aa Gym Diduga Tegur Konsep Sedekah Yusuf Mansur: Hati-hati Dengar Beliau

Sehingga bila ada tunawsima yang kemalaman, bisa diarahkan untuk beristirahat di fasilitas masjid tersebut.

Bahkan bila kondisi kas masjid memadai, imbuhnya, fasilitasi pula anak-anak terlantar untuk masuk sekolah berasrama.

"Bila hal tersebut terlaksana, panitia masjid bisa mengumumkan: Bila warga sekitar masjid tidak ingin "diganggu" oleh gelandangan dan pengemis, salurkan sumbangan anda melalui rekening masjid, " papar Ustad Masrul.

Dalam penutup tulisannya itu, Ustad Masrul Aidi pun mengajak seluruh umat muslim untuk memuliakan saudara seiman yang benar-benar mempunyai kebutuhan.

Namun dalam praktiknya menggunakan cara-cara yang bermartabat. (Serambinews.com/Yeni Hardika)

SEPUTAR KAJIAN ISLAM

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved