Info Kesehatan
Pola Asuh Jadi Tantangan Terbesar di Aceh
Menurut dokter Iflan, tantangan terbesar dalam hal penanganan stunting di Aceh adalah pola asuh.
"Jadi masih banyak diberikan susu formula di bawah usia 6 bulan, yang sebenarnya di bawah 6 bulan ini harusnya itu diberikan ASI ekslusif."
SERAMBINEWS.COM - Stunting di Aceh masih tinggi dan berdasarkan data terakhir, provinsi ini berada pada peringkat 7 di Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun), akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
Kekurangan gizi terjadi dari sejak bayi dalam kandungan hingga pada masa awal setelah bayi lahir. Namun kondisi stunting baru kelihatan setelah bayi berusia 2 tahun. Pada periode inilah sebenarnya penting dilakukan pencegahan, karena stunting sebenarnya dapat disembuhkan.
“Artinya, mulai usia 4 bulan hingga 6 bulan, apabila dite[1]mukan anak yang mengalami stunting, maka akan dilakukan upaya pengobatan agar stunting tersebut dapat terobati,” kata Direktur Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala (RSP USK) Banda Aceh, dr Iflan Nauval M ScIH Sp GK (K).
Pengobatan lanjutnya, tidak harus dari obat-obatan, tetapi bisa dalam bentuk pemahaman tentang pola asuh kepada orang tuanya. Kemudian pemilihan makanan yang baik seperti MPASI (makanan pendamping ASI) sehingga dapat membuat si anak tumbuh dengan optimal.
Baca juga: Dinkes Aceh Jaya Catat 378 Warga Aceh Jaya Alami Gangguan Jiwa, Ini Faktor Penyebabnya
Menurut dokter Iflan, tantangan terbesar dalam hal penanganan stunting di Aceh adalah pola asuh. Dimana banyak yang ditemui di lapangan bahwa pola asuh pemberian makanan kepada bayi masih tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang disarankan oleh World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF).
“Jadi masih banyak diberikan susu formula di bawah usia 6 bulan, yang sebenarnya di bawah 6 bulan ini harusnya itu diberikan ASI ekslusif. Kalaupun harus diberikan susu formula, itu harus sepengetahuan dan seizin dokter anak yang merawat,” sebut Dosen Fakultas Kedokteran USK ini.
. Selanjutnya, makanan pendamping ASI juga menjadi poin penting, dimana orang tua harus memahami pilihan-pilihan makanan yang bergizi baik untuk pertumbuhan anak dan otak. Tidak perlu makanan kemasan atau makanan pabrik, makanan rumahan juga cukup baik. “Makanan di rumah sudah cukup bagus. Misalnya, telur yang murah meriah dan gampang diperoleh, ikan, sayur-sayuran yang bisa dilunakkan atau dib[1]ender sesuai dengan tingkatan usia anak di bawah 2 tahun,” jelas Ifl an. Namun sambung dia, hal yang lebih penting lagi dalam upaya pencegahan stunting yaitu 1.000 hari pertama kehidupan. Pada masa ini, para calon ibu perlu untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan, asupan, dan berolahraga dengan baik. “Sehingga sel-sel telur yang dihasilkan oleh ibu dan sel sperma yang dihasilkan oleh calon bapak juga memiliki kualitas yang bagus dan sehat,” terangnya.
Baca juga: Penderita TBC di Aceh Terus Meningkat
Selanjutnya, pada persiapan kehamilan yang juga harus dalam kondisi prima, kesehatan yang bagus, tidak stres, makanan-makanan yang dikonsumsi juga berkualitas tinggi. Makanan-makanan berkualitas tinggi ini tidak berarti harus mahal, bisa juga makanan yang mudah ditemui di sekitar tetapi memiliki kandungan gizi yang cukup baik.
“Di Aceh ini cukup banyak tersedia makanan berkualitas, seperti ikan, telur, kemudian sayur-sayuran. Makanan itu sangat baik sekali daripada kita memilih makanan junk food atau fast food. Makanan jenis itu membuat tubuh mengalami radang berkepanjangan, sehingga sel-sel tidak beregenerasi secara optimal,” jelasnya dokter Iflan.
Kemudian pada saat usia khamilan 3 bulan pertama. Pada masa kehamilan ini dikatakan Iflan, merupakan masa-masa penting perkembangan dari selsel otak saraf janin. Karena itu, penting memeriksakan diri ke bidan atau dokter spesialis kandungannya, agar diberikan asuhan atau pemahaman terhadap pentingnya menjaga kehamilan pada 3 bulan pertama.
“Bisa juga konsultasi ke dokter spesialis gizi, agar bisa diberikan menu atau pilihan-pilihan makanan untuk dikonsumsi sehari-hari yang dapat disesuaikan. Sehingga dengan kualitas kehamilan bagus ini, membuat janin yang lahir itu sehat dan berkembang dengan cepat,” demikian dr Iflan.(*)