Breaking News:

Ekspor Ikan

Aktifitas Ekspor Ikan dari Aceh ke Luar Negeri Bergerak Naik

Sedangkan tiga perusahaan tambahan tahun ini, sebagai pelaku eksportir ikan dari Aceh yang baru, adalah Tata Niaga Lampulo, Jaya Seafood dan King of

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
For: Serambinews.com
Ikan yang dilelang di Lampulo masih minim, sehingga dilelang dengan harga tinggi. 

Laporan Herianto l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Kantor Ditjen Bea dan Cukai Aceh, Dr Safuadi menyatakan, mulai tahun 2022 ini, semangat pedagang ikan dari Aceh untuk melakukan ekspor ikan tongkol, cakalang, layang dan tunanya ke luar negeri, mulai bergerak naik.

“Pada tahun 2021, jumlah eksportirnya ikan dari Aceh baru ada empat perusahaan. Tahun 2022 ini bertambah 3 perusahaan lagi menjadi tujuh eksportir,” kata Dr Safuadi yang didampingi Humasnya Ari Subagio kepada Serambinews.com, Selasa (21/6/2022) di Banda Aceh.

Tangkap Ikan dengan Kompresor, Ditpolairud Amankan 8 Nelayan di Perairan Pulo Aceh

Safuadi menjelaskan, empat perusahaan yang melakukan ekspor ikan pada tahun 2021 lalu, yaitu Aceh Lampulo Jaya Bahari, AYBI, Yakin Pasific Tuna, Nagata Tuna.

Sedangkan tiga perusahaan tambahan tahun ini, sebagai pelaku eksportir ikan dari Aceh yang baru, adalah Tata Niaga Lampulo, Jaya Seafood dan King of Mild Fish.

Negara tujuan ekspor ikan dari Aceh ke luar negeri, sebut Safuadi, paling banyak ke Singapura, kemudian Cina, Malaysia, Jepang, Korea, Amerika, dan lainnya. Jalur transportasi ekspor yang digunakan, melalui jalur udara dan laut, via Pelabuhan Belawan, Sumut.

VIDEO VIRAL Aksi Emak-emak Berantas Perjudian, Sejumlah Mesin Judi Tembak Ikan Dihancurkan

Nilai ekspor ikan yang diekspor pada tahun ini, diakui Safuadi, memang belum tinggi. Pada tahun ini dari tujuh perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor ikan, dari Januari – Mei 2022, nilainya baru Rp 2 miliar lebih.

Dari tujuh perusahaan yang telah melakukan kegiatan ekspor ikan tadi, ungkap Safuadi, yang paling banyak volume sementara ini adalah Tata Niaga Lampulo 53.092 dolar Amerika atau senilai Rp 743,2 juta, kemudian Aceh Lampulo Jaya Bahari 45.713 dolar Amerika atau senilai Rp 639,9 juta, lima perusahaan lainnya volume dan nilai ekspornya masih  di bawah 20.000 dolar Amerika, atau dibawah senilai Rp 280 juta.

Safuadi mengatakan, sebagai pembina eksportir, dirinya sangat senang dan bangga dengan para pedagang ikan di Aceh, yang sudah mulai berpikir mengekspor ikan tongkol dan tunanya ke luar negeri.

Untuk membangun pasar ikan ke luar negeri, kata Safuadi, harus dimulai dari volume yang kecil-kecil dulu, setelah mendapat kepercayaan dari pembeli ikan beku dan olahan, di luar negeri, baru volume ekspor ikannya ditingkatkan.

Aceh Lampulo Jaya Bahari, ungkap Safuadi, volume dan nilai ekspor ikannya ke luar negeri sudah banyak, karena ia sudah merintis kegiatan ekspor ikannya lima tahun lalu, jadi wajar kalau perusahaan pengolahan ikan beku itu, sekarang ini volume dan nilai ekspor ikannya ke luar negeri sudah banyak.

Almeer, salah seorang eksportir ikan dari Pelabuhan Perikan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Banda Aceh yang dimintai penjelasannya mengatakan, ekspor ikan ke luar negeri, pasca pandemi covid 19, ia lakukan untuk mengisi pasar ikan yang masih tersedia di luar negeri, antara lain ke Jepang, Vietnam, Amerika dan lainnya.

Pada bulan Juni ini, Almeer mengatakan, dirinya akan mengekspor ikan ke Amerika sebanyak 1 unit kontainer atau sekitar 19 ton via laut, melalui Pelabuhan Belawan.

Ikan tuna beku, cakalang, layang dan merlin yang mau diekspor ke Amerika, dimasukkan ke dalam kontainer pendingin, kemudian dibawa dari PPS Kutaradja Lampulo, banda Aceh ke Pelabuhan Belawan, Sumut, untuk dilanjutkan pengirimannya ke Amerika.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved