Kamis, 7 Mei 2026

Ekspor Ikan

Aktifitas Ekspor Ikan dari Aceh ke Luar Negeri Bergerak Naik

Sedangkan tiga perusahaan tambahan tahun ini, sebagai pelaku eksportir ikan dari Aceh yang baru, adalah Tata Niaga Lampulo, Jaya Seafood dan King of

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
For: Serambinews.com
Ikan yang dilelang di Lampulo masih minim, sehingga dilelang dengan harga tinggi. 

Hal ini disebabkan, pasca pandemi covid 19, masih banyak perusahaan angkutan kontainer laut di luar negeri, belum beroperasi. Setelah kondisi angkutan laut kontainer luar negeri nanti kembali normal, tarif angkutan kontainer ikan beku dan olahan ke Amerika dan Eropa, Jepang dan Vietnam, akan kembali normal.

Almeer mengatakan, kenapa nilai ekspor ikan dari Aceh untuk periode Januari – Mei 2022, masih rendah, menurutnya, salah satunya karena ongkos kapal laut dan udara masih tergolong mahal, karena itu perusahaan pengolahan ikan beku, masih mengandalkan pasar dalam negeri atau domestik.

Harga beli ikan segar di dalam negeri, sebut Almeer, masih tergolong tinggi. Ikan kualitas premium, harganya Rp 45.000 – Rp 50.000/Kg. Sementara di luar negeri, harga ekspornya sama dengan harga beli ikan di pasar domestik, ditambah ongkos angkut ke luar negeri via udara dan laut yang masih relatif mahal, membuat perusahaan pengolahan ikan beku di dalam negeri, seperti dirinya, masih lebih suka menjual ikan olahan bekunya ke pasaran domestik, ketimbang ekspor.

Kalaupun, mereka melakukan ekspor ikan tuna beku dan olahannya, menurut Almeer, untuk menjaga peluang pasar ikannya di luar negeri jangan sampai diambil eksportir ikan dari negara lain.

“Kalau dari sisi keuntungan, masih lebih menguntungkan jual ikan di pasar dalam negeri,” ujarnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved