Breaking News:

Internasional

Taliban Minta Bantuan Internasional Tangani Dampak Bencana Gempa Bumi

Taliban memberikan bantuan sebesar 100 ribu Afghani atau sekitar Rp 16 juta untuk setiap keluarga korban tewas akibat gempa dahsyat Afghanistan

Editor: bakri

SHARAN - Taliban memberikan bantuan sebesar 100 ribu Afghani atau sekitar Rp 16 juta untuk setiap keluarga korban tewas akibat gempa dahsyat Afghanistan pada Rabu (22/6/2022).

Dalam pernyataan resmi, Menteri Penanganan Bencana Alam Taliban, Mawlawi Sharafuddin Muslim, mengatakan, pihaknya akan mengalokasikan 1 miliar Afgani untuk membantu penduduk yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 5,9.

"Berdasarkan perintah perdana menteri, memutuskan memberi 100 ribu afghani (afs) untuk setiap keluarga dari korban yang tewas dan 50 ribu afs (sekitar Rp 8 juta) bagi setiap keluarga korban terluka," jelas Muslim saat konferensi pers dikutip Tolo News pada Kamis (23/6/2022).

Dalam konferensi itu, Taliban juga memohon bantuan kepada komunitas internasional menangani dampak bencana gempa bumi yang menewaskan lebih dari 1.000 orang itu.

"Kami meminta bantuan komunitas internasional karena sangat sulit bagi setiap negara mengatasi insiden semacam ini sendirian," ujar Muslim.

Gempa bumi melanda Afghanistan pada Rabu (22/6/2022) pagi waktu setempat.

Reuters melaporkan kekuatan gempa bermagnitudo 6,1, namun sumber lain menyebut guncangan itu bermagnitudo 5,9.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berada di sekitar 44 kilometer dari Khorst, kota dekat perbatasan Pakistan, dan memiliki kedalaman 51 km.

Akibat guncangan itu, setidaknya 1.000 orang dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Warga Sedang Tertidur Pulas, Gempa 4,9 SR Guncang Simeulue, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Baca juga: Sedikitnya 255 Orang Tewas akibat Gempa 6,1 SR Guncang Afghanistan, Jumlah Korban Bakal Bertambah

Beberapa pejabat Taliban memprediksi korban akan terus bertambah, menyusul tim SAR yang terus melakukan pencarian korban.

Di saat dampak gempa bumi dahsyat belum tertangani, Taliban juga harus menghadapi bencana banjir di sejumlah wilayah.

Kementerian Penanganan Bencana Alam Taliban menyatakan setidaknya 400 orang tewas imbas banjir tersebut.

Gempa bumi kali ini bukan yang pertama terjadi di Afghanistan.

Pada Januari lalu, puluhan orang tewas dan terluka usai dua gempa melanda provinsi barat Badgis.

Negara Asia Selatan ini memang kerap dilanda gempa bumi lantaran berada di antara persimpangan lempeng tektonik Eurasia dan India.

Belasungkawa

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada Afghanistan usai diguncang gempa bumi dahsyat.

"Pemerintah dan warga Indonesia menyampaikan kesedihan yang mendalam usai gempa bermagnitudo 5,9 mengguncang distrik di dua provinsi di Afghanistan pada 22 Juni 2022," demikian pernyataan resmi Kemlu RI di Twitter.

"Belasungkawa dan simpati kami yang terdalam kepada para korban tragedi dan keluarga serta teman-teman mereka yang terkasih," tambah Kemlu RI dalam pernyataannya. (CNN Indonesia)

Baca juga: Gempa Guncang Afghanistan, 1.000 Orang Tewas, 1.800 Rumah Hancur

Baca juga: Gempa 6,1 SR Guncang Pegunungan Afghanistan, Seribuan Orang Tewas, Ribuan Rumah Hancur

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved