Legalisasi Ganja

Konsumsi Ganja di Masyarakat Meningkat, PBB Ungkap Risiko Depresi yang Tinggi

Lockdown akibat pandemi Covid-19, dan legalisasi di banyak wilayah, bikin konsumsi ganja terus meningkat...

Editor: Eddy Fitriadi
AP PHOTO/SAKCHAI LALIT
ILUSTRASI Para pekerja merawat tanaman ganja di Provinsi Chonburi, Thailand, Minggu (5/6/2022). Konsumsi Ganja di Masyarakat Meningkat, PBB Ungkap Risiko Depresi yang Tinggi. 

SERAMBINEWS.COM - Lockdown akibat pandemi Covid-19, dan legalisasi di banyak wilayah, bikin konsumsi ganja terus meningkat akhir-akhir ini.

Demikian dilaporkan badan narkotika PBB pada Senin (27/6/2022).

Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mengungkapkan bahwa ganja yang ada di pasaran saat ini memiliki kandungan tetrahydrocannabinol (THC) yang cukup tinggi.

Di samping manfaat besarnya sebagai obat, UNODC menyoroti meningkatnya risiko depresi dan bunuh diri sejalan dengan tingginya konsumsi ganja.

"Proporsi orang dengan gangguan kejiwaan dan bunuh diri yang terkait dengan penggunaan ganja secara teratur telah meningkat," jelas UNODC, seperti dikutip Reuters.

UNODC melihat bahwa semakin maraknya legalisasi ganja telah mempercepat tren penggunaan obat tersebut setiap harinya.

Mereka melihat ada peningkatan signifikan penggunaan ganja pada orang dewasa muda.

Sementara itu, penggunaan ganja di kalangan remaja masih cukup stabil di level yang wajar.

Sejumlah negara bagian di AS telah melegalkan penggunaan ganja non-medis, diawali oleh Washington dan Colorado pada tahun 2012.

Negara kawasan Amerika mulai mengikuti langkah AS di tahun-tahun berikutnya, seperti Uruguay pada 2013 dan Kanada pada 2018.

Laporan terbaru UNODC mengatakan sekitar 284 juta orang, atau 5,6 % dari populasi dunia, telah menggunakan obat-obatan seperti heroin, kokain, amfetamin atau ekstasi pada tahun 2020.

Dari jumlah itu, 209 juta di antaranya menggunakan ganja. Penggunaan ganja pun disebut meningkat selama periode lockdown Covid-19 di tahun 2020.

Di tahun yang sama, produksi kokain mencapai rekornya. Perdagangan melalui jalur laut pun meningkat ditandai dengan tingginya laporan penyitaan pada tahun 2021.

Pasarnya pun meluas, dari wilayah Amerika Utara dan Eropa, ke Afrika dan Asia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "PBB: Konsumsi Ganja Meningkat, Risiko Depresi pun Meningkat"

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved