Breaking News:

Pojok UMKM

Oryza Sigaret, Kretek Tembakau Hijau Gayo

“Selain sudah bercukai, kretek hijau Oryza juga halal dan layak dipasarkan di Aceh maupun Indonesia,”

Editor: IKL
For Serambinews.com

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Di Aceh sudah banyak berdiri pabrik rokok kretek dan cerutu, bercita rasa tinggi yang menggunakan tembakau lokal. Salah satunya adalah Oryza Sigaret, yang lokasi produksi di Gampong Tanjung Selamat, Darussalam, Aceh Besar.

Fendi Syahputra, produsen kretek Oryza mengatakan, ide membuka pabrik kretek di Aceh, karena peluang pasarnya sangat tinggi. Jumlah konsumen di Aceh di atas 2 juta orang.

Dikatakan, Aceh termasuk pasar produsen kretek sangat besar. Selain memiliki pangsa pasar yang besar, bahan baku kretek di Aceh juga cukup banyak. Pabrik kretek Oryza, kata Fendi Syahputra, dibuka pada Maret 2022 dan mulai memasarkan produknya pada Juni 2022.

Meski baru berproduksi, namun kretek hijau Oryza sudah mulai mendapat pasar lokal dan nasional, seperti di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Meulaboh, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Medan, dan Bandung. “Harga jual kretek hijau Oryza, sangat terjangkau. Karena harganya terjangkau, saat produk kretek ini dilepas ke pasar langsung mendapat respon dari konsumen,” kata Fendi Syahputra.

Baca juga: Liazat, Kerupuk Olahan Hasil Laut

Rokok kretek Oryza, sudah mengantongi pita cukai, sehingga pedagang yang menjual kretek hijau Oryza, tidak perlu takut dirazia aparat Kantor Bea Cukai dan Polisi. Anda butuh produk rokok kretek Oryza, bisa hubungi No Hp ini, 0813 1363 6394.

Bahkan, untuk membantu pemasaran kretek Oryza yang sudah menggunakan pita cukai itu, pihak petugas Kantor Bea dan Cukai Aceh, turut mendampingi petugas pemasaran kita dalam pelaksanaan promosi ke berbagai toko kelontong di berbagai daerah.

Tujuannya, kata Fendi, jika ada pedagang mempertanyakan cukai, petugas Kantor Bea Cukai bisa langsung menyampaikannya.

“Selain sudah bercukai, kretek hijau Oryza juga halal dan layak dipasarkan di Aceh maupun Indonesia,” tuturnya.

Dikatakan, pabrik kretek Oryza sudah membantu mendorong harga jual tembakau Gayo bergerak naik pada musim panen. Harga tembakau hijau Gayo saat ini Rp 80.000-Rp 85.000/kg, naik dari sebelumnya Rp 70.000-Rp 75.000/kg. Petani tembakau hijau Gayo sudah punya pasar bagus di daerahnya, sejak enam pabrik rokok hadir di Aceh.

Saat ini produksi kretek Oryza terus ditingkatkan dari 5.000-6.000 batang per hari menjadi 7.000-8.000 batang. Untuk menghasilkan produk sebanyak itu, Fendi memperkerjakan 36 pekerja lokal. Pekerja lokal yang direkrut, terlebih dahulu dilatih cara melinting secara manual, setelah mahir, baru dipekerjakan sebagai karyawan.

Dikatakan, ia akan terus mengembangkan industri kretek Oryza dengan varian baru yang digemari konsumen. Namun, Fendi mengaku masih memiliki kendala untuk meningkatkan produksi, diantaranya belum tersedianya mesin pelinting, sehingga untuk memproduksi kretek dalam jumlah banyak pada saat permintaan meningkat, butuh karyawan yang banyak.

Baca juga: Lituna, Ikan Tumis Kaleng Siap Saji

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MM yang didampingi Kasi Pelayanan Informasi dan Usaha PLUT UMKM Andri Sufrianzah mengatakan, kehadiran pabrik kretek hijau Oryza dan lima produsen cerutu dan kretek lokal lainnya di Aceh, menambah jumlah UKM di bidang usaha industri lokal. Kami optimis, jumlah industri rokok lokal, terus bertambah lagi, karena pasarnya sangat besar di Aceh. Diskop dan UKM Aceh, terus akan membinanya.

Di Aceh Besar, kata Andri Sufrianzah, ada dua produsen kretek lokal yang mengandalnya bahan baku tembakau lokal, yaitu CV Oryza Group dan CV Rampago Group. Di Aceh Tengah, ada empat produsen cerutu dan kretek, yaitu Bako Gayo, Gayo Mountain Cigar, Kretek Gayo dan Gayo Cigar.

“Sejak berkembangkan industri cerutu dan kretek di Aceh yang bertembakau produk lokal, minat petani untuk mengembangkan tanaman tembakau kembali bergairah,” pungkas Andri Sufrianzah.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved