Kajian Islam

Orang Bertakwa Akan Dimudahkan Segala Persoalan Hidup – Khutbah di Masjid Haji Keuchik Leumiek

Orang-orang yang teguh keimanannya dalam Islam, orang yang berakhlak mulia, mereka selalu menjaga diri dari perbuatan yang dimurkai Allah SWT

Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Khatib khutbah Jumat adalah Ust Azhar SAg, MAg dan Imam Shalat Tgk Iqbal Syeikh Muda 

Kedua, Rasulullah menjanjikan rumah tepat di tengah surga untuk orang yang meninggalkan dusta, walaupun tujuan bercanda. Orang yang meninggalkan dusta dijanjikan Rasul sebuah rumah di tengah Surga,” tambah khatib.

Selanjutnya, janji terakhir adalah rumah di Surga yang paling tinggi apabila seseorang memiliki akhlak dan budi pekerti baik.

“Allah juga menjanji sebuah rumah di Surga yang paling tinggi untuk orang yang paling baik akhlaknya, baik budi pekertinya, begitulah janji Rasul dan Allah,” ucap khatib.

Baca juga: Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Yakni Hati Mati, Khutbah di Masjid HKL

Balasan Takwa

Orang yang bertakwa, maka harus sepanjang hidup bertakwa, bukan ketika malam hari bertakwa siang melakukan durhaka, atau siang hari bertakwa malam harinya durhaka.

Bertakwa dilakukan sepanjang hayat, sepanjang hidup dan setiap saat diusahakan ketakwaan tersebut selalu dijaga.

“Bertakwa sepanjang hayat dan sepanjang hidup, bukan bertakwa malam hari dan melanggar pada siang hari. Tidak ada yang memastikan bahwa besok hari kita masih melihat mentari terbit,” kata khatib.

“Sesungguhnya Allah SWT mencatat kebaikan dan keburukan, Rasulullah merincikan bagaimana Allah SWT menuliskan kebaikan dan keburukan, apabila ada seorang manusia yang bercita-cita melakukan kebaikan, lalu dia tidak jadi melakukannya, seperti berniat tahajud tapi gagal melakukannya maka Allah mencatat satu kebaikan,” rinci khatib.

“Orang yang berniat melakukan kebaikan, lalu dia jadi melakukannya, Allah mencatat 10 kebaikan, selanjutnya ada pula 700 kebaikan yang dicatat, bahkan ada juga dalam jumlah yang tidak terhitung, semua tergantung niat dan amal shaleh,” tambah khatib.

Ada pula ibadah yang tidak terhitung jumlahnya, yakni ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba karena rasa kecintaannya pada Allah SWT.

Ia beribadah bukan karena merasa kewajiban atas dirinya, ia beribadah karena rasa kecintaannya pada Sang Pencipta.

“Orang yang melakukan ibadah karena cinta pada Penciptanya, maka jumlah pahala yang diberikan tidak terhitung jumlahnya,” ungkap khatib.

“Orang yang berniat melakukan suatu dosa, tapi tidak jadi, Allah telah siapkan sebuah pahala, orang yang berniat buat dosa dan benar dilakukan, Allah hanya mencatat untuknya hanya satu dosa saja,” tambah khatib.

Orang yang berusaha mendekatkan diri pada Allah dengan sejengkal demi sejengkal, maka Allah mendekat padanya dengan satu hasta, orang mendekat pada Allah dengan berjalan, maka Allah mendekat padanya berjalan kencang padanya.

“AOrang yang mendekat pada Allah satu jengkal, Allah mendekat padanya satu hasta, demikianlah balasan bagi orang berbuat kebaikan dan demikian pula cara perhitungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang pada hambaNya,” tutup khatib. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Baca juga: Komunitas Seniman Banda Aceh Lukis Mural Kisah Nabi di Dinding Taman Masjid Haji Keuchik Leumiek

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved