Minggu, 26 April 2026

Internasional

Rusia Berminat Kembangkan Nuklir di Indonesia

Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkap ketertarikan perusahaan dari negaranya untuk mengembangkan industri tenaga nuklir Indonesia setelah bertemu

Editor: bakri
Rusia Berminat Kembangkan Nuklir di Indonesia - jokowi-dan-putin.jpg
File Anadolu Agency
Presiden RI Joko Widodo berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada kunjungannya ke Kremlin, Rusia 30 Juni 2022
Rusia Berminat Kembangkan Nuklir di Indonesia - Pertemuan-empat-mata-Presiden-Jokowi-dengan-Presiden-Rusia-Vladimir-Putin.jpg
The Kremlin
Pertemuan empat mata Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin

Kami berharap pembicaraan tentang rancangan perjanjian yang sesuai akan diadakan sebelum akhir tahun dan akan membuahkan hasil.

Minat Rusia untuk mengembangkan energi nuklir sebelumnya juga diungkap Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobiev.

“Ada banyak area yang bisa dikembangkan lagi, terutama sektor energi tidak hanya yang konvensional tapi juga pengembangan energi hijau seperti energi air,” kata Vorobiev dalam wawancara eksklusif bersama dengan Kompas.

com bertajuk ‘Unlocking Podcast 05 – Lyudmila Vorobieva: G20 Should Focus on Global Economic Issues’.

Walaupun kaya dengan minyak dan gas, Negara Beruang Putih telah lama memanfaatkan nuklir sebagai sumber energi.

Kontribusi tenaga nuklir dalam bauran energi Rusia kini mencapai 20 persen.

Adapun penerimaan publik atas pengembangannya tetap baik, meski bencana nuklir terbesar di dunia Chernobyl menjadi catatan sejarah, yang dampaknya terasa dekat dengan masyarakat Rusia.

Vorobiev mengatakan teknologi keamanan pembangkit nuklir Rusia justru telah meningkat hingga lima kali lebih kuat sejak insiden itu.

Rusia kini bahkan menjadi negara pertama di dunia yang mengembangkan Pembangkit Nuklir Terapung.

Reaktor nuklir jenis ini dapat berpindah-pindah ke lokasi karena berbentuk seperti kapal.

Meski terbilang mini, hasil energi dari reaktornya mampu menerangi kota-kota kecil.

Teknologi ini juga terbilang lebih aman, terutama untuk wilayah yang memiliki risiko gempa bumi dan tsunami seperti di Indonesia.

“Kami siap membagikan teknologi ini ke Indonesia jika pemerintah Indonesia siap untuk menggunakan energi nuklir,” kata dia. (kompas.com)

Baca juga: Jokowi dan Putin Lakukan Pertemuan di Moskow, Bahas Ukraina Hingga Perdagangan

Baca juga: Rusia Tingkatkan Serangan Setelah Jokowi Kunjungi Ukraina

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved