Breaking News:

Qanun Jinayat

DPRA Perberat Hukuman Bagi Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak, dari 90 Jadi 150 Kali Cambuk

Keputusan tersebut disepakati oleh pembahas revisi (perubahan) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Wakil Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA Bardan Sahidi kepada Serambinews.com, Minggu (3/7/2022) mengatakan perubahan ini dilakukan untuk memperkuat posisi qanun dan saat ini masih berproses. 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memperberat hukuman bagi pelaku kejahatan seksual, baik pelaku pelecehan seksual terhadap anak maupun pemerkosaan terhadap anak.

Keputusan tersebut disepakati oleh pembahas revisi (perubahan) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA Bardan Sahidi kepada Serambinews.com, Minggu (3/7/2022) mengatakan perubahan ini dilakukan untuk memperkuat posisi qanun dan saat ini masih berproses.

"Selain itu juga untuk memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan seksual yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan bisa dibilang darurat," kata politikus PKS ini.

Adapun pasal yang direvisi dalam Qanun Hukum Jinayat di antaranya Pasal 47 yang mengatur hukuman bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak dan Pasal 50 yang mengatur hukuman bagi pelaku pemerkosaan terhadap anak.

Pasal di Qanun Jinayat Perlu Direvisi, Dinilai Tak Ada Keadilan Bagi Anak Korban Kekerasan Seksual

Sebelum direvisi hukuman bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak hanya 90 kali cambuk dan setelah revisi menjadi 150 kali cambuk.

Begitu juga dengan denda, sebelumnya disebutkan paling banyak 900 gram emas murni atau penjara paling lama 90 bulan.

Setelah revisi denda bagi pelaku diperberat menjadi 1.500 gram emas murni atau penjara paling lama 150 bulan.

Begitu juga dengan jarimah bagi pelaku pemerkosaan terhadap anak, sebelum revisi hanya diancam paling sedikit 150 kali, paling banyak 200 kali ‘uqubat ta’zir cambuk.

Setelah qanun direvisi diperberat menjadi paling sedikit 200 kali atau paling banyak 250 kali 'uqubat ta'zir cambuk.

Sementara denda bagi pelaku pelaku pemerkosaan terhadap anak sebelum revisi paling sedikit 1.500 gram emas murni, paling banyak 2.000 gram emas murni atau penjara paling singkat 150 bulan, paling lama 200 bulan.

Kejahatan Seksual Harus Dihukum Berat, Revisi Qanun Jinayat Masuk Prolegda

Setelah revisi besaran denda menjadi paling sedikit 2.000 gram emas murni, paling banyak 2.500 gram emas murni atau penjara paling singkat 200 bulan, paling lama 250 bulan.

"Masukan publik menjadi penting terhadap perubahan qanun ini. Karena itu kami harap partisipasi semua pihak agar qanun ini semakin kuat," ujar Bardan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved