Breaking News:

Berita Banda Aceh

Sidang Praperadilan Ahmadi Terkait Kasus Dugaan Perdagangan Kulit Harimau Sumatera Digelar Lusa

Ahmadi mengajukan praperadilan karena tidak terima ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan perdagangan kulit harimau Sumatera

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Eks Bupati Bener Meriah, Ahmadi saat dibawa petugas setelah konferensi pers di Mapolda Aceh, Jumat (3/6/2022) 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengadilan Negeri (PN) Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah sudah menjadwalkan sidang praperadilan yang diajukan mantan bupati Bener Meriah, Ahmadi pada Selasa (5/7/2022) lusa.

Ahmadi mengajukan praperadilan karena tidak terima ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan perdagangan kulit harimau Sumatera.

"Prapid Selasa besok sidang perdana," kata Kuasa Hukum Ahmadi, Nourman Hidayat SH kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Minggu (3/7/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmadi ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yaitu Iskandar dan Syuryadi dalam kasus penjualan kulit harimau Sumatera.

Baca juga: Kasus Penjualan Kulit Harimau, Kuasa Hukum Ahmadi Ungkap Dua Otak Pelaku Luput dari Bidikan Penyidik

Ketiganya ditangkap oleh penyidik Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera di Bener Meriah pada Rabu 24 Mei 2022.

Nourman mengatakan sidang praperadilan akan berlangsung singkat hanya tujuh hari. Perkara itu sendiri didaftarkan pada Selasa, 14 Juni 2022.

Mantan bupati Bener Meeriah, Ahmadi yang terjerat kasus perdagangan kulit harimau saat berada di Kantor Advokat Nourman Hidayat.
Mantan bupati Bener Meeriah, Ahmadi yang terjerat kasus perdagangan kulit harimau saat berada di Kantor Advokat Nourman Hidayat. (For Serambinews.com)

Saat ini, kliennya bersama dua tersangka lainnya masih ditahan di Rumah Tanahan Negara (Rutan) Polda Aceh sejak ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Nourman, berkas kasus Ahmadi Cs saat ini sudah dikembalikan oleh jaksa kepada penyidik untuk dilengkapi atau disebut dengan istilah P19.

Baca juga: VIDEO Eks Bupati Bener Meriah, Ahmadi Ditetapkan Sebagai Tersangka Perdagangan Kulit Harimau

Penyidik Gakkum KLHK diberi waktu 14 hari untuk melengkapi berkas yang belum lengkap sebelum kembali diajukan ke jaksa penuntut umum.

Di sisi lain, Nourman menantang penyidik Gakkum KLHK untuk mengungkap dua nama yang disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Iskandar dan Syuryadi.

Kedua nama yang menurut Nourman sebagai pelaku utama dalam kasus penjualan kulit harimau Sumatera yaitu Toke Aliong yang disebut berkedudukan di Medan dan Anton sebagai orang kepercayaan Aliong.

"Saya tantang (penyidik Gakkum) KLHK ungkap siapa dua nama Anton dan Aliong," demikian Kuasa Hukum Ahmadi, Nourman Hidayat SH.(*)

Baca juga: BREAKINGNEWS - Eks Bupati Bener Meriah, Ahmadi Jadi Tersangka Penjualan Kulit Harimau

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved