Potret Anies Baswedan Main Layangan Sambil Tertawa Lepas, Kalahkan Eks Juara Dunia Koh Akiat
Potret Anies Baswedan main layangan sambil tertawa lepas, terlihat saat membuka Kejurnas Layangan Aduan Piala Gubernur DKI Jakarta 2022.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Mursal Ismail
Potret Anies Baswedan main layangan sambil tertawa lepas, terlihat saat membuka Kejurnas Layangan Aduan Piala Gubernur DKI Jakarta 2022.
SERAMBINEWS.COM - Potret Anies Baswedan main layangan sambil tertawa lepas, terlihat saat membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Layangan Aduan Piala Gubernur DKI Jakarta 2022.
Kejuaraan Nasional Layangan Aduan Piala Gubernur DKI 2022 dibuka di kawasan Lapangan Pantai Indah Kapuk 2, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (2/7/2022).
Dalam potret tertawa lepas saat main layangan itu, Anies juga berhasil menang ketika berduel dengan kampiun kompetisi adu tarik layangan berkelas dunia dari Indonesia.
Kampiun kompetisi adu tarik layangan berkelas dunia dari Indonesia dimaksud adalah Lei Fie Kiat atau yang akrab disapa Koh Akiat.
"Saya beruntung juga tadi boleh main layangan melawan Koh Akiat dan saya tidak menduga layangannya Koh Akiat bisa putus," kata Anies dikutip dari Kompas TV.
"Siapa yang mendoakan tadi itu?" tambahnya.

Anies menyampaikan, layangan merupakan permainan tradisional yang amat erat dengan kehidupan masyarakat nusantara.
Kebanyakan dari masyarakat Indonesia, lanjutnya, tumbuh besar dengan bermain layangan.
"Kita semua punya kenangan dengan layangan, dan di banyak tempat punya fungsi yang lain, mulai dari pengusir hama maupun memancing ikan," tulisnya dikutip Serambinews.com dari Instagram @aniesbaswedan bercentang biru pada Selasa (5/7/2022).
"Yang unik adalah ketika layangan menjadi sport/olahraga, maka di situ ada kompetisi dan prestasi," tambahnya.
Atlet-atlet layangan dari 10 provinsi berkumpul di Jakarta mengikuti Kejurnas Layangan Aduan Piala Gubernur DKI Jakarta 2022.
Anies berharap, kompetisi seperti Kejurnas Layangan Aduan ini akan mencetak atlet-atlet berpengalaman yang siap berlaga di kompetisi internasional.
"Harapannya juga dapat mengulang atau melebihi prestasi dari mantan juara dunia layangan asal Bandung yakni Lei Fie Kiat alias Akiat," tulisnya.
Baca juga: Anies Cabut Izin Semua Holywings di Jakarta, Kelab Malam Catut Nama Muhammad di Promo Miras Ditutup
Gelar Juara Dunia Akiat
Diketahui, sederet catatan penting yang Akiat torehkan yakni Juara I Kejuaran Dunia Layang-Layang di Kota Dieppe, Prancis (1998).
Selanjutnya Juara I Kejuaraan Layang-Layang Internasional di Kota Saclay, Prancis (1998), Juara I Kejuaraan Layang-Layang Eropa (sebagai peserta kehormatan) di Kota Pyneneens, Prancis (2000).
Kemudian Juara III Kejuaraan Layang-Layang Dunia di Kota Dieppe, Prancis (2002) dan Juara I Kejuaraan Layang-Layang Dunia di Kota Dieppe, Prancis (2004).
"Insya Allah bisa ikutin jejak Ko Akiat untuk jadi juara dunia," ucap Anies.
Gubernur DKI Jakarta itu berujar, seorang juara dunia itu membutuhkan latihan dan jam terbang kompetisi.
"Kami berharap di kompetisi seperti inilah hal tersebut semakin diasah dan dimatangkan," pungkasnya.

Sebelumnya diwartakan Kompas.tv, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memakai baju hitam dan topi hitam.
Tangan kanannya tampak menarik-narik benang layangan yang terbang tinggi di atas.
Ternyata, Anies sedang adu tanding layangan dengan lawannya dan menang.
Tidak tanggung-tangung, yang dikalahkan Anies dalam duel layangan adalah Lei Fie Kiat, jawara kompetisi adu tarik layangan berkelas dunia dari Indonesia, .
Peristiwa ini terjadi saat Anies membuka turnamen layangan aduan Piala Gubernur DKI Jakarta di lapangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (2/7/2022).
Baca juga: Hasan Nasbi Sesumbar Anies Baswedan Gagal Jadi Capres 2024: Boleh Taruhan Alphard
Anies tidak menyangka benang layangan sang Juara Dunia tahun 1998-2004 itu putus setelah beradu gesek dengan layangannya.
Pengalaman Anies dulu bermain layangan rutin ketika kecil dianggapnya turut jadi andil dalam kemenangan itu.
Anies juga cerita, ketika masih kecil, dulu sering muncul masalah di rumah karena asyik bermain layangan.
"Lupa waktu kalau main layangan, siang hari yang harusnya tidur bisa pergi main layangan sampai panjang dan sekarang main layangan-layangan kecil, bukan layangan besar ya," tutur Anies.
"Ini saya kembali kepada masa-masa dulu tumbuh besar," tambahnya.

Menurut Anies, bermain layangan adalah kebiasaan jutaan anak-anak di Indonesia.
Mungkin ada jutaan orang jumlahnya yang melalui masa kecilnya dengan memainkan permainan itu di siang hari sampai sore setiap hari.
Menurut Anies, dalam pertandingan itu terasa sekali pergerakan olah raganya.
Bahkan untuk mengalahkan lawan, dirinya harus membutuhkan gerakan-gerakan, keterampilan serta taktik yang berhubungan dengan fisik seperti dalam pertandingan olah raga lainnya.
Sebagai informasi, para pecinta layangan yang tergabung dalam Persatuan Layangan Aduan Seluruh Indonesia (Perlasi) menggelar turnamen layangan aduan Piala Gubernur DKI Jakarta.
Hadiah total yang disiapkan mencapai Rp140 juta dalam rangka memeriahkan HUT ke-495 Jakarta.
Anies mengatakan, layangan sekarang sudah dikembangkan menjadi sebuah olahraga yang bisa diperlombakan.
Baca juga: Anies Baswedan dan Tukang Bakso dikaitkan Sindir Megawati, Pengamat Bilang Begini
Karena itu, menurut Anies, turnamen layangan aduan itu harus terus didukung.
"Ini bisa membawa hobi menjadi prestasi yang ketika menjadi prestasi dia akan mengharumkan nama Indonesia," lanjut Anies.

Dia berharap turnamennya berjalan lancar dan menghasilkan prestasi serta menghasilkan atlet-atlet yang bisa meneruskan legenda layangan Indonesia, yaitu Koh Akiat.
"Tapi ingat semboyannya 'di atas lawan, di bawah kawan'," imbuh Anies.
Koh Akiat, sapaan Lei Fie Kiat, berharap setelah turnamen ini, Indonesia bisa melanjutkan apa yang dulu pernah diraihnya.
Yakni, menjadi juara pertandingan layangan di level kejuaraan dunia.
"Muncul juara baru. Juara dunia baru. Di Prancis (turnamen layangan-red). Saya mengharapkan sekali," sambung Koh Akiat. (Serambinews.com/Sara Masroni)