Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Selatan

Harga TBS Sawit Terjun Bebas di Bawah 1.000/Kg, Petani Cuma Dapat Penghasilan Segini, Miris!

Petani kini hanya bisa membawa pulang penghasilan dari kelapa sawit ke rumah setelah dipotong ongkos panen dan angkut, hanya sekitar Rp 200-Rp 300/kg.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS/DEDE ROSADI
Tumpukan tandan buah segar kelapa sawit di salah satu pengepul yang ada di kawasan Singkil Utara, Aceh Singkil. Anjloknya harga TBS sawit membuat pendapatan petani merosot drastis. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM,TAPAKTUAN – Anjloknya harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit membuat petani menjerit.

Pasalnya, semakin dalam merosotnya harga komoditi itu maka makin dalam juga mengikis pendapatan yang didapat para petani.

Praktis, situasi ini semakin membuat petani sawit kian merana dna terjepit dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Seperti diketahui, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat ini makin hari kian bergerak turun.

Di Aceh Selatan misalnya, jika sebelum meugang Lebaran Idul Adha 1443 Hijriah, masih berkisar Rp 900/kg, saat ini anjlok ke level harga Rp 830/kg.

"Ini hari pertama buka ram pasca lebaran Idul Adha,” kata Sukardi, salah seorang pemilik ram di Kecamatan Trumon, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Selama Dua Hari Pabrik Kelapa Sawit di Aceh Singkil Stop Terima TBS Petani

“Harga beli di tingkat ram hari ini, Rp 830/kg. Sebelum meugang Idul Adha, Rp 900/kg di tingkat Ram," beber Sukardi.

Ia mengungkapkan, meskipun larangan ekspor crude palm oil (CPO) sudah dicabut, namun laju penurunan harga TBS kelapa sawit di tingkat petani masih tidak terbendung.

Bahkan, sejak beberapa bulan lalu, harga TBS sawit petani sudah anjlok cukup parah dan hari ini berada di level harga Rp 830/kg.

Sementara itu, sejumlah petani di wilayah Trumon kepada Serambinews.com, Rabu (13/7/2022), membenarkan, anjloknya harga TBS kelapa sawit tersebut.

"Malah, saat ini kebanyakan para agen hanya bersedia membeli dengan harga Rp 830/kg," ungkap Lukman, petani asal Trumon.

Dengan kondisi harga saat ini, petani hanya bisa membawa pulang penghasilan dari kelapa sawit ke rumah setelah dipotong ongkos panen dan angkut, hanya sekitar Rp 200 hingga Rp 300/kg. 

Baca juga: Harga TBS di Tamiang Anjlok, Apkasindo Aceh Menilai Harga Tak Manusiawi

“Sudah cukup menyedihkan nasib kami petani kecil ini," jerit petani kelapa sawit.

"Jangankan untuk menutupi biaya pendidikan anak-anak, untuk belanja kebutuhan dapur saja sudah tidak mencukupi lagi," keluh Sudirman, petani lain.

Karenanya, petani kelapa sawit di Aceh Selatan berharap peran aktif pemerintah dalam menjaga kestabilan harga TBS kelapa sawit di daerah tersebut.

Karena, jika harga TBS kelapa sawit terus anjlok, maka ekonomi masyarakat akan terus merosot.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved