Selasa, 19 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi Gelar Pameran Mobil Listrik, Canangkan Emisi Nol Karbon Pada 2060

Kerajaan Arab Saudi menggelar pameran mobil listrik ramah lingkungan di Jeddah mulai Kamis (14/7/2022).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Sebuah mobil listrik yang diproduksi oleh perusahaan Amerika Lucid Motors dipamerkan di Hotel Ritz Carlton di Jeddah, Kamis (14/7/2022) 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Kerajaan Arab Saudi menggelar pameran mobil listrik ramah lingkungan di Jeddah mulai Kamis (14/7/2022).

Pameran itu dengan tujuan mencapai emisi nol karbon pada tahun 2060.

Dalam jangka pendek, Arab Saudi mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi sebesar 278 juta ton per tahun pada 2030.

Di sela-sela kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Arab Saudi minggu ini, Kerajaan menggelar pameran Perjalanan Transisi Hijau di Hotel Ritz Carlton di Jeddah.

Pameran Ini menawarkan berbagai pengalaman mendalam yang menggambarkan perjalanan bangsa dengan ambisi energi bersih.

Tamu khusus pada acara tersebut termasuk Pangeran Abdulaziz bin Salman, Menteri Energi, dan Adel Al-Jubeir, Menteri Luar Negeri.

Baca juga: Madinah Dirikan 12 Stasiun Pengisian Mobil Listrik, Targetkan Nol Karbon Atau Tanpa Asap Kendaraan

Pameran dimulai dengan gambaran Saudi Vision 2030, strategi transformasi nasional Kerajaan.

Kemudian memperkenalkan inisiatif Saudi Green dan Middle East Green, yang diluncurkan tahun lalu.

Noura Al-Issa, analis kebijakan internasional senior dalam perubahan iklim di Kementerian Energi, kepada Arab News, Jumat (15/7/2022) mengatakan pameran ini untuk energi bersih dan inisiatif hijau.

Mengenai pameran dia mengatakan untuk menyatukan semua upaya iklim di Kerajaan.

"Kemudian kita masuk ke Circular Carbon Economy," ujarnya.

"Jadi kami menjelaskan secara rinci apa dasar dari aksi iklim kami dan solusi berbasis alam,” tambahnya.

Baca juga: Petualang Inggris Gunakan Mobil Listrik Nissan Ariya, Untuk Taklukkan Kutub Utara dan Selatan

Al-Issa mengatakan perjalanan interaktif ini menunjukkan transformasi besar-besaran yang telah dialami Kerajaan sejak peluncuran Visi 2030 pada 2016.

Dimana, kontras dengan peran historisnya sebagai pengekspor minyak global utama.

“Ini menetapkan perjalanan sejarah Kerajaan, secara historis telah menjadi pengekspor minyak dunia," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved