Narkoba
Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba Se-Indonesia Kumpul di USK
Rakernas ini, menurut Rektor, sangat penting bagi semua pihak, dalam menyusun program-program kerja yang nanti menjadi acuan dalam mewujudkan kampus b
Penulis: Jamaluddin | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Jamaluddin I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-5 di Gedung AAC Dayan Dawood, Kampus Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Banda Aceh, pada 15-18 Juli 2022.
Pertemuan itu diikuti 103 peserta dari Aceh hingga Sulawesi. Semua pihak yang hadir pada acara tersebut satu suara dan menyatakan komitmen untuk memerangi narkoba. Sebelum Rakernas itu dimulai, pada Kamis (14/7/2022) malam dilakukan pelantikan DPW Artipena Aceh.
Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan, mengatakan, pihaknya menyambut baik gagasan lahirnya Artipena.
Rakernas ini, menurut Rektor, sangat penting bagi semua pihak, dalam menyusun program-program kerja yang nanti menjadi acuan dalam mewujudkan kampus bersih dari narkoba atau lebih dikenal dengan sebutan Kampus Bersinar.
• Kapolres Aceh Tenggara Ingatkan Personel Polisi untuk Jauhi Narkoba
"Selama ini, Artipena sudah menunjukkan kontribusinya dalam upaya-upaya memberantas bahaya narkoba yaitu melalui kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan perguruan tinggi Indonesia," kata Prof Marwan.
Sejak Februari 2022 hingga saat ini, sebut Rektor USK, pihak BNN, Bareskrim, dan Bea Cukai secara akumulasi sudah berhasil mengungkap peredaran sabu sejumlah 2,4 ton.
Peredaran barang haram dengan jumlah mencengangkan tersebut, lanjutnya, sangat miris sebagai ancaman nyata terhadap kelangsungan masa depan generasi penerus bangsa.
• Dua Warga Pidie Ditangkap, Terungkap Satu Pelaku Tiga Kali Pasok Narkoba ke Rutan Sigli
"Makanya, kampus harus mengambil peran yang nyata untuk memberantas narkoba. USK yang notabene kampus terbaik di Aceh, punya tanggung jawab besar mengingat Aceh merupakan pintu masuk peredaran narkoba di Indonesia. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk mewujudkan Kampus Bersinar," jelas Rektor seperti disampaikan Koordinator Humas USK, Ferizal Hasan SE, kepada Serambinews.com, Jumat (15/7/2022) siang.
Ketua Umum Artipena, Prof Dr Sutarto Hadi MSi MSc, mengatakan, pihaknya optimis Rakernas di Aceh mampu melahirkan rekomendasi dan terobosan kongkrit untuk membentengi generasi masa depan dari kemungkinan terpapar narkoba.
"Hasil Rakernas ini menjadi acuan peta kerja Artipena yang akan kita sampaikan ke Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan.
"Tugas kita, bagaimana membantu pemerintahan dalam hal ini bersinergi dengan BNN dan BNNP menjalankan P4GN. Secara khusus mengawal kampus di Indonesia, menjadi Kampus Bersinar," tutur Ketua Umum Artipena.
Prof Sutarto berharap, Artipena yang sudah mendapat legitimasi dari pemerintah melalui Kemendikbudristek dapat berkontribusi maksimal dalam menjalankan program kerjanya, terlebih didukung oleh BNN dan BNNP.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Rehabilitasi BNN Republik Indonesia, Dra Riza Saraswita MSi MHS PhD, mengapresiasi kiprah Artipena sebagai sebuah gerakan antinarkoba. Ini suatu inisiatif dan menunjukkan semangat tinggi atas bahaya narkoba.
"Artipena merupakan aliansi yang sangat luar biasa yang dapat menjauhkan perguruan tinggi dari narkoba. Ini penting untuk merawat dan menyelamatkan bonus demografi Indonesia dari narkoba," ucap Riza Saraswita.