Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Internasional

Khamenei Tegur Keras Erdogan, Soal Kurdi Harus Diselesaikan Melalui Dialog

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menegur keras Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menegur keras Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan ditegur karena serangan terhadap Kurdi Suriah dalam pertemuan bilateral KTT.

Khamenei mengatakan kepada Erdogan serangan semacam itu akan merugikan kawasan itu.

Dia menyerukan agar masalah Kurdi diselesaikan melalui dialog antara Ankara, Damaskus, Moskow, dan Teheran.

Tidak segera jelas apakah pernyataan trilateral di KTT itu mencerminkan perubahan posisi Iran atau Rusia dalam serangan Turki yang terancam.

Khamenei juga mendesak penguatan kerja sama energi dengan Moskow dalam pertemuan dengan Putin.

Baca juga: Twitter Tutup Akun Ayatollah Ali Khamenei, Usai Postingan Ancam Bunuh Donald Trump

Dimana, perusahaan Minyak Nasional Iran dan Gazprom Rusia telah menandatangani kontrak senilai $40 miliar, sekitar Rp 599 triliun.

Presiden Rusia melakukan perjalanan ke luar negeri untuk kedua kalinya sejak memerintahkan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Dilansir AFP, Rabu (20/7/2022), KTT itu terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Joe Biden mengunjungi Timur Tengah untuk pertama kalinya dalam kepresidenannya.

BIden melakukan kunjungan ke musuh regional Iran yakni Israel dan Arab Saudi yang kaya minyak.

Sebuah negara yang pemerintahnya telah meningkatkan produksi minyak untuk mengurangi lonjakan harga. terkait perang Ukraina.

Khamenei menyerukan kerja sama jangka panjang yang lebih kuat dengan Moskow.

Baca juga: Ayatollah Ali Khamenei Pahami Kemarahan Warga Atas Krisis Air di Khuzestan

Moskow maupun Teheran, sama-sama terkena sanksi Barat.

Menggambarkan hubungan seperti itu sebagai sangat bermanfaat bagi kedua negara, pemimpin tertinggi menyerukan kontrak bilateral.

Termasuk kesepahaman dalam hidrokarbon untuk ditindak lanjuti dan diimplementasikan sepenuhnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved