Berita Lhokseumawe
Lhokseumawe Terima 1.000 Dosis Vaksin, Sasaran Zona Hijau PMK
"Untuk lokasi penyuntikan vaksin akan dilakukan pada ternak warga yang berada di desa yang masih zona hijau atau desa yang belum ditemukan kasus PMK,"
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
"Untuk lokasi penyuntikan vaksin akan dilakukan pada ternak warga yang berada di desa yang masih zona hijau atau desa yang belum ditemukan kasus PMK," katanya.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBiNEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dinas Peternakan Provinsi Aceh, pada Rabu (20/7/2022) telah menyerahkan 1.000 dosis vaksin kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMk) pada ternak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumawe Drh Afrizal, menyebutkan, penyerahan vaksin kali ini merupakan yang pertama kali untuk kota Lhokseumawe.
Direncanakan, penyuntikan vaksin perdana akan dilakukan pada Kamis (21/7/2022) pagi.
"Untuk lokasi penyuntikan vaksin akan dilakukan pada ternak warga yang berada di desa yang masih zona hijau atau desa yang belum ditemukan kasus PMK," katanya.
Sebelumnya, sesuai data Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Lhokseumawe, jumlah sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini sudah mencapai 1.3487 ekor.
Ditambah kerbau sebanyak empat ekor.
Terkait zona di desa mana saja yang banyak terdapat kasus PMK hingga gampong mana yang belum ada kasus PMK, telah dibagi dalam tiga zona, yakni merah, kuning, dan hijau.
Baca juga: Sapi yang Mati Setelah Terjangkit PMK di Lhokseumawe Capai 1.387 Ekor, Mati 16 Ekor
Untuk zona merah, menandakan kalau di desa tersebut telah ditemukan lebih dari 30 kasus PMK.
Zona kuning untuk menandakan di desa tersebut sudah mulai ditemukan kasus PMK.
Serta zona hijau yang menandakan kalau di desa tersebut belum ditemukan kasus PMK.
Jadi, sesuai data yang dirils DKPPP Lhokseumawe, sampai saat ini ada enam desa sudah masuk dalam zona merah.
Keenam desa tersebut adalah Alue Awe dan Blang Crum, berada dalam Kecamatan Muara Dua.
Lalu, Batuphat Timur dalam Kecamatan Muara Satu.
Serta tiga desa lagi dalam Kecamatan Blang Mangat, yakni Mesjid Punteut, Baloy, dan Blang Cut.
Baca juga: 952 Ekor Ternak di Aceh Selatan Tertular PMK, Disnak Aceh Serahkan 1.000 Dosis Vaksin
"Untuk zona kuning ada 30 gampong. Sedangkan yang masih zona hijau sebanyak 32 gampong," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumaqe, Drh Afrizal,
Drh Afrizal juga menyebutkan, penemuan sapi terjangkit PMK di Lbokseumawe dimulai pada awal Mei 2022 lalu.
Dimana saat diketahui bahwa sudah ada sapi di Aceh Tamiang yang terjangkit PMK, maka pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.
Pada tahap awal, pihaknya menemukan ada 13 sapi yang suspect PMK di wilayah Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.
Atas temuan tersebut, maka pihaknya langsung melaporkan ke ISIKHNAS atau ke sistem informasi kesehatan hewan Indonesia.
Selanjutnya turun tim dari Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara, untuk melakukan pemeriksaan terhadap 10 sapi yang suspect.
"Satu pekan kemudian keluar hasil pemeriksaan, dan dinyatakan ke 10 ekor sapi tersebut positif terjangkit PMK," katanya.
Didasari hasil tersebut, maka pihaknya langsung mengErahkan petugas secara besar-besaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap ternak yang ada di seluruh wilayah Kota Lhokseumawe.
Hingga saat itu, sudah ditemukam 1.387 ekor sapi terjangkit PMK yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kota Lbokseumawe.
Terbanyak di Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Blang Mangat.
Ditambah empat ekor kerbau.
Dari 1.387 ekor sapi yang positif terjangkit PMK, 16 diantaranya telah mati dan 712 ekor telah sembuh.
"Untuk empat kerbau yang sempat terjangkit PMK, semuanya telah sembuh," katanya. (*)
Baca juga: Ternak Terpaksa Dipotong karena PMK Diganti Rugi Maksimal Rp 10 Juta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penyerahan-vaksin-untuk-antisipaas-pmk-di-kota-lhokseumawe.jpg)