Breaking News:

Internasional

Malaysia Setuju Usul Indonesia Integrasikan Sistem Rekrut TKI

Pemerintah Malaysia memberikan respons setelah Indonesia setop kirim TKI ke Negeri Jiran itu

Editor: bakri

KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia memberikan respons setelah Indonesia setop kirim TKI ke Negeri Jiran itu.

Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia Datuk Seri Saravanan Murugan pada Selasa (19/7/2022), mengatakan Malaysia pada prinsipnya setuju untuk mengintegrasikan sistem perekrutan tenaga kerja asing ke negaranya dengan Indonesia.

Dia mengatakan, langkah itu bertujuan agar kedua negara memiliki informasi masuknya tenaga kerja Indonesia ke Malaysia.

"Dalam diskusi kami dengan Indonesia, mereka menyarankan untuk menggunakan One Channel System (sistem satu kanal) yang ada di Indonesia.

(Sementara) Untuk saat ini, kami melalui Kementerian Dalam Negeri (KDN) Malaysia memakai Maid Online System (sistem pembantu online) yang diklaim Indonesia tidak memberikan informasi tentang pekerja dari Indonesia yang masuk ke Malaysia,” jelas Saravanan di sela-sela sesi tanya jawab menteri dalam Sidang Dewan Rakyat Malaysia, Selasa.

"Dengan One Channel System, mereka ( Indonesia) nantinya dapat memantau dan mengikuti diskusi dengan KDN.

Kami sepakat pada prinsipnya untuk mengintegrasikan sistem yang ada dengan KDN dan sistem yang dibuat oleh Indonesia, sehingga kedua negara memiliki informasinya,” tambah dia, sebagaimana dikutip dari Bernama.

Dalam kesempatan tersebut, Saravanan juga mendapat pertanyaan tentang dampak pembekuan pengiriman TKI oleh Indonesia ke Malaysia dan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Pertanyaan itu dilontarkan oleh anggota Dewan Rakyat Malaysia bernama Steve Choong Shiau Yoon (PBM-Tebrau).

Menanggapi pertanyaan itu, Saravanan memastikan Kementeriannya sudah mengetahui kebutuhan tenaga kerja asing oleh Malaysia dan masalah yang terjadi akan segerea diselesaikan.

Terkait pertanyaan lain dari Loke Siew Fook (PH-Seremban) tentang apakah ada ketentuan dalam Nota Kesepahaman antara Malaysia dan Indonesia tentang penghapusan sistem pembantu online, Saravanan mengatakan tidak ada kondisi seperti itu.

Baca juga: Pengiriman TKI ke Malaysia Disetop Sementara

Baca juga: TKI Tidak Boleh Hina

Dia mengatakan Nota Kesepahaman antara Malaysia dan Indonesia tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia telah diteken pada 1 April.

Nota Kesepahaman itu membuka jalan bagi masuknya TKI untuk bekerja di sektor lain di Malaysia, termasuk menjadi pembantu rumah tangga (PRT).

Namun, pada 12 Juli, disebutkan bahwa Pemerintah Indonesia mengumumkan pembekuan sementara pengiriman TKI ke Malaysa karena kebingunan yang muncul dalam mekanismen perekrutan PRI Indonesia ke negara tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved