Minggu, 12 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

15.000 Tentara Rusia Tewas Selama Perang di Ukraina, 45.000 Lainnya Terluka

Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama hampir lima bulan dan Moskwa berhasil menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina.

Editor: Faisal Zamzami
Photo by Alexander NEMENOV / AFP) (AFP/ALEXANDER NEMENOV
Tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol, saat pasukan Rusia mengintensifkan kampanye untuk merebut kota pelabuhan yang strategis, bagian dari serangan gencar besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, sementara Presiden Rusia membuat kasus menantang untuk perang terhadap tetangga Rusia. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC– AS memperkirakan bahwa korban dari pihak Rusia dalam perang di Ukraina mencapai sekitar 15.000 korban tewas dan sekitar 45.000 korban luka.

Perkiraan tersebut disampaikan Direktur CIA William Burns dalam Forum Keamanan Aspen di Colorado pada Rabu (20/7/2022).

Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama hampir lima bulan dan Moskwa berhasil menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina.

Burns mengatakan, keuntungan tersebut harus dibayar mahal oleh Rusia, sebagaimana dilansir The New Arab.

“Perkiraan terbaru dari komunitas intelijen AS adalah sekitar 15.000 (pasukan Rusia) tewas dan mungkin tiga kali lipat terluka. Jadi kerugian yang cukup signifikan,” kata Burns.

Burns menambahkan, Ukraina juga mengalami kerugian yang besar, namun lebih sedikit dibandingkan Rusia.

Sejauh ini, Rusia selalu merahasiakan angka kematian dari militernya.

 Moskwa juga belum memperbarui angka korban sejak awal perang.

Baca juga: Rusia Rekrut Warga Korea Utara Untuk Membangun Kembali Kota Donbas di Ukraina Timur

 

Terakhir kali Rusia merilis jumlah korban perang dari pihaknya adalah pada 25 Maret. 

Kala itu, Moskwa mengakui bahwa 1.351 tentara Rusia tewas.

Di sisi lain, Pemerintah Ukraina mengatakan pada Juni bahwa 100 hingga 200 tentara Ukraina terbunuh per hari.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berujar, tugas militer Rusia di Ukraina sekarang melampaui Donbass.

 
Tetapi, Burns mengatakan bahwa setidaknya untuk saat ini, konsentrasi pasukan militer Rusia di Donbass menunjukkan bahwa mereka telah belajar dari kegagalan pada awal invasi, di mana Moskwa terhenti dalam serangannya di Kyiv.

“Di satu sisi, apa yang telah dilakukan militer Rusia adalah mundur ke cara perang yang lebih nyaman,” kata Burns.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved