Konflik Rusia vs Ukraina
15.000 Tentara Rusia Tewas Selama Perang di Ukraina, 45.000 Lainnya Terluka
Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama hampir lima bulan dan Moskwa berhasil menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina.
“Artinya, mereka menggunakan keunggulan dan daya tembak senjata jarak jauh untuk bertahan dan secara efektif menghancurkan target Ukraina dan untuk mengompensasi kelemahan pasukan yang mereka miliki,” lanjut Burns.
Baca juga: Jerman dan Uni Eropa Tuduh Rusia Mainkan Perang Baru, Pasokan Gas Terus Berkurang Tanpa Dasar
Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan pembersihan internal besar-besaran selama perang.
Zelensky memecat banyak pejabat pemerintah, mengutip kegagalan mereka untuk membasmi mata-mata Rusia dan mengumumkan sejumlah kasus pengkhianatan.
Padahal, AS telah menyediakan sejumlah besar informasi intelijen guna membantu memandu keputusan Ukraina dalam perang.
Informasi intelijen yang disediakan AS itu menimbulkan pertanyaan tentang apakah CIA dan Pentagon harus khawatir tentang infiltrasi Rusia.
Tetapi, Burns tampaknya mengecilkan kekhawatiran tersebut.
“Kami yakin bahwa kemitraan yang kami bangun efektif. Dan kami berbagi informasi intelijen dalam jumlah yang cukup signifikan dengan dinas Ukraina dan dengan kepemimpinan Ukraina yang mereka gunakan dengan sangat efektif,” ucap Burns.
Baca juga: Dua Siswa SMA Mosa Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Aceh, 2 Siswa Lainnya di Paskibraka Aceh Besar
Baca juga: Apakah Penembak Istri Anggota TNI di Semarang Orang Bayaran? Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Baca juga: 15 Pemain PSG Masuk dalam Daftar Jual Musim Panas Ini, Termasuk Neymar dan Mauro Icardi
Kompas.com: 15.000 Tentara Rusia Tewas Selama Perang di Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tentara-Rusia-berpatroli-di-teater-drama-Mariupol.jpg)