Salam
Hati-hati, Kasus Covid Muncul Lagi
Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh menegaskan kembali peniadaan jam bezuk pasien bagi tamu, seiring munculnya kasus-kasus baru Covid
Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh menegaskan kembali peniadaan jam bezuk pasien bagi tamu, seiring munculnya kasus-kasus baru Covid-19 di daerah ini.
Sehubungan dengan itu pula, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mewaspadainya.
Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 varian baru di Aceh, RSUZA membuat beberapa ketentuan yang harus dipatuhi masyarakat, khususnya keluarga pasien.
Selain meniadakan jam bezuk bagi tamu, keluarga pasien juga dilarang ke rumah sakit, kecuali pendamping pasien yang telah mendapatkan izin dari manajemen rumah sakit.
Untuk pendamping pasien rawat inap dan IGD hanya dibolehkan satu orang.
Guna memastikan hal itu berjalan, pendamping harus menggunakan kartu penunggu yang telah disediakan.
Pihak rumah sakit juga meminta agar pendamping pasien harus dalam kondisi sehat, dan wajib mematuhi protokol kesehatan sebelum memasuki ruang rawat inap.
Manajemen RSUZA juga melarang anak-anak usia di bawah 12 tahun untuk berada di lingkungan rumah sakit.
Pada Selasa 19 Juli 2022, Indonesia melaporkan menemukan 5.085 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam.
Baca juga: RSUZA Tiadakan Jam Besuk, 31 Pasien Covid-19 Dirawat di Pinere
Baca juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Naik Pesawat Berlaku Mulai Hari Ini, Kenaikan Covid-19 Dua Kali Lipat
Sebagian besar di antaranya ditemukan di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
Daerah lainnya yang sudah merebak adalaj Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogjakarta.
Yang mengejutkan, sebuah kota maju di Kalimantan, yakni Balikppan kini sudah dinyatakan sebagai zona merah Covid-19, Terkait dengan angka kasus baru Covid di Indonesia, pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia meyakini jumlah kasus harian Covid-19 sebenarnya jauh lebih tinggi daripada lima ribuan kasus yang dilaporkan.
"Bicara jumlah kasus sebetulnya ini meskipun kita menemui 50 ribu, bahkan 100 ribu, sebetulnya sesuatu yang tidak aneh dengan varian baru dari Omicron.
Apalagi ada BA.275 lebih merebak lagi, karena memang kecepatan dia, kemampuan dia menginfeksi dan re-infeksi jauh dari subvarian atau varian sebelumnya," katanya.
Makanya, Dicky mewanti-wanti jangan sampai infeksi Covid-19 terjadi pada kelompok berisiko atau rentan seperti lansia dan pengidap komorbid, atau mereka yang belum divaksinasi Covid dosis ketiga.
"Ini yang harus segera dikejar, jadi upaya saat ini jangan sampai hanya menunggu ledakan tetapi terutama mengejar cakupan tiga dosis.
" WHO (World Health Organization), sebuah organisasi internasional yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga sudah memperingatkan beberapa negara yang mengalami kenaikan kasus infeksi virus Corona varian Omicron dengan beberapa subvariannya.
"Peningkatan ini terjadi meskipun ada pengurangan pengetesan pada sejumlah negara.
Artinya, kasus yang kita lihat hanya puncak gunung es," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Menurut WHO, tingkat vaksinasi yang rendah di sejumlah negara dan daerah juga mendorong fenomena tersebut.
Sayangnya, informasi yang salah masih jadi bagian dari rendahnya cakupan vaksinasi.
Tedros juga mengatakan khawatir jumlah kasus terus meningkat dan memberikan tekanan lebih lanjut pada sistem kesehatan dan petugas kesehatan.
WHO mendesak pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah yang telah dicoba dan diuji seperti penggunaan masker, peningkatan ventilasi, dan protokol pengujian serta perawatan.
WHO melaporkan dalam dua pekan terakhir kasus baru Covid-19 meningkat tajam.
Sebagian besar kasus didorong oleh sub-varian Omicron BA.4, BA.5, dan akibat pelonggaran protokol kesehatan.
Berkali-kali WHO dan para pakar epidemiologi mengingatkan pemerintah berbagai negara untuk terus memperkuat sistem kekebalan tubuh masyarakat dengan mengaka mereka menerima vaksin dosis 1, dosis 2, dan dosis 3 (booster).
Dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh masyarakat di berbagai belahan dunia, maka diyakini serangan baru Covid-19 akan bisa dilawan!
Nah?!
Baca juga: Pasien Pertama Covid-19 di Lhokseumawe Meninggal, Ini Jumlah Kasus Kematian Hingga Akhir Tahun 2021
Baca juga: Alue Udeng Bireuen Gelar Adaptasi Kebiasaan Baru Gampong Aman Covid-19