Jumat, 24 April 2026

Internasional

Jet Tempur Rusia Gempur Rumah Dekat Perbatasan Turki, Empat Anak-Anak Ikut Tewas

Jet tempur Rusia menggempur sebuah rumah di baratlaut Suriah, dekat perbatasan Turki pada Jumat (22/7/2022).

Editor: M Nur Pakar
AFP/Bakr ALKASEM
Seorang anak laki-laki duduk dekat lokasi pemboman mobil di Kota Afrin yang dikuasai pemberontak di Suriah utara, Senin (11/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Jet tempur Rusia menggempur sebuah rumah di baratlaut Suriah, dekat perbatasan Turki pada Jumat (22/7/2022).

Serangan udara itu menewaskan tujuh warga sipil, termasuk empat anak-anak.

Relawan Pertahanan Sipil Suriah bergegas ke rumah untuk memindahkan mayat-mayat di bawah puing-puing bangunan.

Dilansir AP, Jumat (22/7/2022), Badan Pemantau HAM Suriah dan media oposisi Orient TV melaporkan serangan udara di kota Jisr al-Shoghour, Idlib dilakukan oleh jet tempur Rusia.

Kemudian, menyusul empat serangan udara Rusia lainnya di sebuah kota di utara.

Sumber serangan udara di Idlib tidak dapat diverifikasi secara independen.

Baca juga: Turki Tegaskan Tidak Perlu Izin dari Siapapun, Operasi Militer Baru Tumpas Militan Kurdi di Suriah

Wilayah barat laut Suriah adalah rumah bagi kantong pemberontak terakhir negara itu.

Provinsi Idlib berada di bawah kendali Hayat Tahrir al-Sham.

Sebuah kelompok yang terkait dengan al-Qaida.

Sedangkan Provinsi Aleppo utara berada di bawah kendali kelompok pemberontak yang didukung Turki.

Lebih dari 90 persen penduduk di daerah itu hidup dalam kemiskinan ekstrem, bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Pemerintah Suriah di Damaskus, bersama sekutu utamanya Rusia, sering melancarkan serangan udara di daerah tersebut.

Baca juga: Uni Eropa Cabut Sanksi ke Maskapai Penerbangan Swasta Suriah, Cham Wings

Turki telah memperingatkan pihaknya akan meluncurkan operasi militer baru yang menargetkan Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS di barat laut Suriah.

Turki mengatakan pasukan pimpinan Kurdi menimbulkan ancaman keamanan negara dan menganggap mereka sebagai kelompok teroris.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved