Berita Aceh Selatan
Minyak Sering Tumpah di Pendakian Aceh Selatan, Warga Minta Pemerintah Lakukan Langkah Antisipasi
tumpahan minyak tersebut kerap menjadi pemicu terjadinya kecelakaan, dari kecelakaan ringan hingga kecelakaan berat sangat merugikan pengguna jalan
Penulis: Taufik Zass | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Sering terjadinya tumpahan minyak di badan jalan kawasan pegunungan Aceh Selatan membuat sejumlah pengendara dan pengguna jalan merasa resah dan geram.
Pasalnya, tumpahan minyak tersebut kerap menjadi pemicu terjadinya kecelakaan, dari kecelakaan ringan hingga kecelakaan berat yang sangat merugikan pengguna jalan.
Lokasi yang sering terjadinya tumpahan minyak dari mobil Tanki ini mulai dari tanjakan pegunungan di Kecamatan Labuhanhaji, Meukek, Sawang, Tapaktuan hingga Trumon.
Daerah ini sering kali terjadinya tumpahan minyak yang diduga berasal dari truk tangki pengangkut minyak.
Bakhtiar, salah seorang pengendara asal Kecamatan Kluet Utara, Jumat (22/07/2022) mengaku kesal dengan banyaknya tumpahan minyak di sepanjang gunung Tapaktuan.
Baca juga: Buku Nikah Rusak atau Hilang? Begini Cara Gantinya di KUA, GRATIS Tanpa Dipungut Biaya
Pasalnya, akibat tumpahan minyak tersebut membuat badan jalan menjadi licin dan mengakibatkan banyaknya pengendara yang terjatuh.
Ia mengaku beberapa kali hampir menemui maut saat menghindari tumpahan minyak tersebut, sehingga dengan terpaksa ia harus melaju di arus yang berlawanan.
"Tumpahan minyak itukan sering terjadi di tikungan menanjak.
Saat saya beserta istri coba menghindari dan masuk ke jalur yang berlawanan tiba-tiba muncul kendaraan lain, hampir saja terjadi kecelakaan," ucapnya, Jumat (22/7/2022).
Menurutnya, jika terpaksa harus melalui badan jalan yang terkena tumpahan minyak, maka resiko yang akan dialami adalah terjatuh bahkan tergelincir ke jurang.
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Masuk Prapenuntutan, Jaksa Minta Penyidik Polda Aceh Lengkapi Berkas
"Kalau ketemu sama tumpahan minyak di jalan kita ibarat bertemu maut, bisa jatuh tergelincir bahkan masuk jurang," geramnya.
Sementara itu Wahyudi, salah seorang pengendara asal Kecamatan Labuhanhaji juga mengeluhkan sering terjadinya tumpahan minyak di badan jalan gunung Labuhanhaji hingga Sawang.
Menurutnya, beberapa kali minibus yang dikendarainya tergelincir bahkan hampir menabrak pengendara lainnya.
"Karena ada pengendara lain di depan kami mencoba melakukan pengereman, saat itu juga roda mobil langsung tergelincir dan hampir menabrak pengendara di depan," ceritanya.