Berita Sabang

Salak Sabang Beda dengan Salak Pondok, Distanbun Aceh Sebut Layak Diusulkan Jadi Varietas Unggul

Menurut Cut Huzaimah, agrowisata Salak di Sabang saat ini sudah mulai tumbuh. Pengunjung bisa memanen langsung di tempat dengan harga terjangkau. 

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mursal Ismail
Kolase Serambinews.com
Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, saat berada di salah satu kebun salak di Sabang baru-baru ini 

Hasil identifikasi dan observasi tahap pertama yang kami lakukan dari Tim Pemulia dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh menunjukan bahwasanya salak yang sudah mulai di tanam sejak tahun 1990 layak diusulkan menjadi Varietas Unggul Nasional.

Hal ini diperkuat dengan telah keluarnya hasil laboratorium Tanaman Buah Institut Pertanian Bogor.

Hasilnya dijumpai perbedaan antara DNA Salak yang ditanam di Sabang dengan Salak Pondok, Kabupaten Sleman DIY.

Berdasarkan hasil tersebut telah dilakukan karakter salak pada periode panen tahap I oleh Tim BPSBTPHP. 

Hasilnya diperoleh deskripsi untuk mengusulkan pendaftaran kepemilikan pada pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementrian Pertanian RI oleh Walikota Sabang dengan estimasi menjadi Varietas Unggul pada bulan Desember 2022. 

Kemudian akan ikut sidang dalam rangka pendaftaran peredaran untuk dilepas menjadi Varietas Unggul yang harapannya ke depan kota Sabang dapat memproduksi secara massal benih bersertifikat tanaman salak untuk dikomersilkan seluruh Indonesia. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved