Breaking News:

Berita Aceh Utara

Kejari Aceh Utara Tetapkan Lima Tersangka Pembangunan Rumah Duafa di Baitul Mal

Kejaksaan Negeri Aceh Utara menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah duafa di Baitul Mal

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Kajari Aceh Utara, Dr Diah Ayu Hartati Listiyarini Iswara Akbari, SH, MHum, didampingi Mulaydi, Kasi Barang Bukti, Erning Kosasih sebagai Jaksa Fungsional saat memberi keterangan kepada awak media 

LHOKSEUMAWE – Kejaksaan Negeri Aceh Utara menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah duafa di Baitul Mal kabupaten setempat.

Kelima orang itu adalah Kepala Baitul Mal Aceh Utara yang berinisial YI (43).

Lalu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, ZZ (46) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Kemudian, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), M (49), Koordinator Tim Pelaksana yakni Z (39), dan Ketua Tim Pelaksana, RS (36).

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Dr Diah Ayu melalui Kasi Intelijen Kejari, Arif Kadarman SH kepada Serambi, Rabu (3/8/2022), secara terbuka mengungkapkan, bahwa kasus tersebut berawal pada 2021 lalu.

Kala itu, Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara membangun 251 unit rumah untuk fakir miskin.

Pembangunan ratusan rumah duafa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.

Baca juga: Pastikan tak Ada Pungli, Safaruddin Tinjau Pembangunan Rumah Duafa

Baca juga: Gubernur Minta Baitul Mal Aceh Tuntaskan Pembangunan 700 Rumah Duafa Tahun Ini

“Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola dengan anggaran sebesar Rp 11.295.000.000 bersumber dari PAD Khusus Kabupaten Aceh Utara yang diambil dari dana zakat,” terangnya.

Pembangunan mulai dikerjakan 31 Agustus 2021 dengan jangka waktu 120 hari kalender seluruh rumah selasai dibangun.

Namun, sampai saat ini, ratusan rumah duafa itu belum rampung 100 persen.

“Sebagian besar rumah belum rampung 100 persen,” terangnya.

Informasi yang diperoleh Serambi, Rabu (3/8/2022), meskipun sudah berstatus sebagai tersangka kelimanya sampai saat ini belum juga ditahan.

Karena, pihak penyidik masih menunggu arahan selanjutnya.

“Yang jelas sudah ada penetapan tersangkanya dalam kasus tersebut,” jelas Arif Kadarman.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved