Breaking News:

Mihrab

Laboran Prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry Tgk Saiful Hadi Ungkap Kriteria Masjid Ramah Lingkungan

Bab mengenai ibadah sering dijadikan landasan awal pembahasan yang erat sekali hubungannya dengan shalat.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Headshot Serambi on TV
Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, juga Laboran Prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk Saiful Hadi MT 

Laboran Prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry Ungkap Masjid Ramah Lingkungan dan Kriterianya

SERAMBINEWS.COM - Ulama terdahulu dalam menulis kitab-kitab fiqih, sistematika dalam karyanya dibagi menjadi empat pokok pembahasan utama, yaitu mengenai ibadah, muamalah, munakahat dan jinayat.

Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Saiful Hadi MT mengatakan, Bab mengenai ibadah sering dijadikan landasan awal pembahasan yang erat sekali hubungannya dengan shalat.

“Dengan adanya bab ini menunjukkan betapa Islam sangat menjujung tinggi nilai-nilai kebersihan, terdapat banyak ayat dan hadist Rasulullah yang membahas tentang hal tersebut, misalkan seperti yang tersebut dalam QS Al Mudatstsir ayat 4 dan hadis riwayat Muslim ‘Bersuci adalah setengah dari keimanan,” ujarnya.

Baca juga: Pesan Luqmanul Hakim untuk Wujudkan Generasi Indonesia Emas

Menurutnya, ada dua kriteria masjid yang ramah lingkungan. Pertama adalah konsep daur ulang air.

“Dalam pembahasan fiqih Mazhab Syafi, disebutkan bahwa kualitas air terbagi menjadi empat macam, yaitu, air mutlaq, mustakmal, musyammas, dan mutanajis,” kata Tgk Saiful.

Dari empat macam jenis air tersebut, hanya air mutlaq saja yang boleh digunakan untuk bersuci, sementara air mustakmal biarpun statusnya masih suci namun tidak bisa digunakan untuk bersuci.

Secara hukum air mustakmal masih suci namun sudah kehilangan kemampuan untuk mensucikan, namun demikian air itu masih boleh dipakai untuk keperluan lain misalkan untuk mencuci tangan.

Para ulama menjelaskan, air mustakmal jika dikumpulkan pada suatu tempat sehingga volumenya menjadi 2 kullah, maka air tersebut statusnya kembali menjadi air yang mutlaq.

Ilustrasi berwudhu
Ilustrasi berwudhu (NET VIA TRIBUN KALTIM)

Baca juga: Pentingnya Pesan Takwa Khatib Jumat

“Sehingga bisa kembali digunakan untuk bersuci,” tutu alumni Dayah Darul Aman Lubuk Aceh Besar ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved