Mihrab
Laboran Prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry Tgk Saiful Hadi Ungkap Kriteria Masjid Ramah Lingkungan
Bab mengenai ibadah sering dijadikan landasan awal pembahasan yang erat sekali hubungannya dengan shalat.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Kenyataan ini sebenarnya juga tidak terlepas dari desain tempat wudhu yang memang belum terintegrasi dengan sarana daur ulang air, sehingga air bekas wudhu menjadi terbuang sia-sia.
Kriteria kedua menurut Tgk Saiful adalah masjid yang ramah lingkungan.
Ia mengatakan, desain masjid masa depan sudah seharusnya tidak sekedar fokus pada keindahan bentuk saja, akan tetapi juga memperioritaskan sarana bersuci agar tercipta sarana sanitasi yang suci dan bersih sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
“Kesucian adalah syarat utama terhadap sah atau tidaknya ibadah shalat, sebab shalat merupakan ibadah yang paling utama,” ungkapnya.
Ia mengatakan, untuk mencapai konsep tersebut, seorang arsitek tidak hanya dituntut agar paham dalam hal desain, namun juga harus punya pemahaman tentang masalah fiqih.
“Atau setidak-tidaknya berkonsultasi dengan yang berkompeten dibidangnya,” terang Laboran Prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini
Selain itu, kata dia, masjid haruslah ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, baik itu orang tua maupun muda, yang sehat serta sebaliknya, sehingga masjid benar-benarnya menjadi rumah yang nyaman bagi setiap muslim. (ar)