Breaking News:

Berita Pidie

Angka Stunting di Pidie Turun, Kecamatan Delima Tertinggi Kasus

Ia mengatakan, data diterbitkan Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) ditemukan kasus stunting tahun 2021

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Kepala Dinkes Pidie, dr Arika Husnayanti Aboebakar SpOG (K). FOR SERAMBINEWS.COM 

Ia mengatakan, data diterbitkan Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) ditemukan kasus stunting tahun 2021

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Kecamatan Delima menempatkan rangking tertinggi stunting berjumlah 351 kasus. 

Data terbaru itu diterbitkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie terhitung Januari hingga Mei tahun 2022.

" Sebenarnya kasus stunting di Pidie mengalami penurunan dari tahun 2021 hingga 2022," kata Kepala Dinkes Pidie, dr Arika Husnayanti Aboebakar SpOG (K), didampingi Sekretaris, dr Dwi Wijaya, kepada Serambinews.com, Jumat (5/8/2022).

Ia mengatakan, data diterbitkan Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) ditemukan kasus stunting tahun 2021 14,3 persen dan tahun 2022 hanya 10,4 persen.

Ia menyebutkan, data PPGBM Dinkes Pidie, bahwa jumlah kasus stunting ditemukan di kecamatan dicatat puskesmas bervariatif. 

Baca juga: 10 Gampong Jadi Lokus Stunting di Pidie, Wakil Bupati Sebut Penyebab Anak Kerdil Ini

Kasus stunting paling banyak ditemukan di Kecamatan Delima berjumlah 351 kasus. 

Di posisi kedua Puskesmas Reubee, Kecamatan Delima 256 kasus dan Puskesmas Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur 225 kasus peringkat ke tiga. 

" Kecamatan Batee nihil kasus stunting dan Kecamatan Muara Tiga (Laweung) hanya 2 kasus," sebutnya.

Kata Dwi, Kecamatan Delima menempati peringkat tertinggi kasus stunting di Pidie. Dinas Kesehatan Pidie akan mengkaji lebih mendalam penyebab kasus stunting tersebut.

Menurutnya, dalam menekan angka kasus stunting di Pidie. Dinkes melakukan peningkatan pengetahuan ibu terhadap pola asuh.

Lalu, peningkatan pengetahuan kader dan pemberian makanan terhadap anak. Kemudian, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan pelayanan ibu hamil sesuai standar. (*)

Baca juga: Ini Strategi Dinas Kesehatan Pidie Turunkan Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Baca juga: Baitul Mal Kembali Bantu Korban Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung, Ini Jumlahnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved