Breaking News:

Internasional

Kenaikan Harga Material Tak Menentu, Pengembang Perumahan di Aceh Kelabakan

Harga material dengan kenaikan dan penurunan tak menentu dalam beberapa bulan terakhir ini telah membuat pengembang perumahan kelabakan.

Editor: M Nur Pakar
For: Serambinews.com
Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardy ST MT 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga material dengan kenaikan dan penurunan tak menentu dalam beberapa bulan terakhir ini telah membuat pengembang perumahan kelabakan.

Dengan kondisi itu, pengembang mulai tidak bisa lagi membangun perumahan bersubsidi, kecuali yang sudah dibangun.

Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardi ST MT, Jumat (5/8/2022) mengatakan sebagian pengembang sudah mulai menghentikan pembangunan rumah atas ketidakpastian kenaikan harga bahan bangunan.

Seperti besi, semen, tripleks, rangka baja dan bahan bangunan lainnya yang diproduksi di pabrik.

Namun, untuk harga batu bata masih sebatas normal, kalaupun ada kenaikan tidak terlalu tinggi.

Dia mencontohkan, seperti besi 10 SNI sempat berada di kisaran Rp 50 ribuan per batang dengan panjang 10 meter pada akhir 2021 lalu.

Baca juga: Apersi Aceh Minta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Masukkan PSR Dalam Rencana Pembangunan

Tetapi mulai memasuki 2022, harga besi mengalami kenaikan dan penurunan antara Rp 69.000 sampai Rp 80 ribu per batang.

Dikatakan, pada satu waktu, besi 10 yang menjadi standar bangunan di Aceh, mulai dari pondasi, tiang dan sloop turun, tetapi, tidak lama kemudian, naik lagi.

Afwal melihat pengembang dibawah Apersi Aceh mulai tidak membangun rumah dengan seabreg kendala, khususnya bahan bangunan.

Dia mengatakan umumnya kenaikan material jenis besi cukup terasa dan kenaikan tidak pasti, artinya ada turun dan naiknya cukup tinggi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved