Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kenaikan Harga Material Tak Menentu, Pengembang Perumahan di Aceh Kelabakan

Harga material dengan kenaikan dan penurunan tak menentu dalam beberapa bulan terakhir ini telah membuat pengembang perumahan kelabakan.

Penulis: M Nur Pakar | Editor: M Nur Pakar
For: Serambinews.com
Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardy ST MT 

Disebutkan, pembangunan rumah tidak seperti biasanya, saat ini, paling banyak antara 5 sampai dengan 10 unit rumah setiap bulan.

Ditambahkan, beberapa material lokal tidak ada kenaikan seperti batu bata dan kayu, tetapi tidak banyak digunakan dalam konstruksi bangunan.

Baca juga: Apersi Aceh Sambut Baik Kebijakan Pemerintah, Perbankan di Aceh Harus Dipacu Lagi

Material lokal lainnya, katanya, pasir juga harus didatangkan dari daerah lain dengan harga tinggi.

Afwal menambahkan ada persoalan lain yang cukup mengganggu untuk proses KPR di perbankan.

Dimana, calon konsumen harus menyisakan gaji bulan 75 persen dari total penerimaan setiap bulan.

Sehingga, hanya 25 persen yang diizinkan untuk mencicil KPR di bank bagi pegawai negeri atau juga swasta.

Disebutkan, anggota Apersi Aceh juga mengalami kesulitan permodalan di perbankan, seperti proses dan pencairan kredit yang tidak bisa dijadwalkan.

Afwal mengungkapkan Ketua Umum DPP Apersi Junaidi Abdillah sempat mengaku, serapan perumahan sejak pandemi Covid-19 sejak dua tahun lalu, sangat dirasakan oleh pengembang perumahan subsidi.

Junaidi mengatakan sejak Covid –19, harga kebutuhan material perumahan mengalami kenaikan.

Namun, katanya, Apersi tidak melakukan penyesuaian harga rumah subsidi.

Baca juga: Apersi Aceh Minta Penetapan Zona NIlai Tanah Ditinjau Ulang, Masyarakat Mulai Keberatan

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved