Jurnalisme Warga
Kutacane dan Paru-Paru Dunia
Jalan mendaki di tengah-tengah hutan justru menambah semangat kami melakukan perjalanan yang menantang ini
Di sela-sela kegiatan, kami memanfaatkan waktu untuk mengeksplor sejuta pesona Aceh Tenggara.
Kabupaten yang kaya dengan keanekaragaman hayati dan fauna ini sangat ‘recommended’ untuk dikunjungi.
Kotanya indah dan menawan, diapit oleh Gunung Leuser yang sudah mendunia dan Bukit Barisan.
Siapa yang tak kenal Gunung Leuser yang digadanggadang sebagai paru-paru dunia? Begitu pentingnya keberadaan Leuser sehingga pemerintah mendirikan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
TNGL secara resmi dibentuk pada 6 Maret 1980 setelah menggabungkan beberapa kawasan suaka margasatwa.
TNGL meliputi dua provinsi yaitu Aceh dan Sumut.
Luas TNGL sekitar 1,1 juta ha mencakup Kota Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang.
Sementara Sumut mencakup Kabupaten Dairi, Karo, dan Langkat.
TNGL selalu menarik untuk dikunjungi.
Kawasan ini pusat penelitian hayati sejak zaman Hindia Belanda.
Gunung Leuser merupakan anugerah yang tak ternilai bagi masyarakat Alas (suku terbesar di Aceh Tenggara).
Pelestarian gunung ini melalui TNGL sangat penting bagi masyarakat Alas dan dunia.
TNGL kaya akan flora dan fauna.
Lebih dari 3.500 jenis flora terdapat di TNGL.
Belum lagi tumbuhan langka dan khas, misalnya daun payung raksasa, bunga raflesia, bahkan bunga terbesar dengan diameter 1,5 m yang disebut Rhizanthes zippelni terdapat di TNGL ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/JON-DARMAWAN-MPd-Guru-SMAN-7-Lhokseumawe-Pengurus-IGI.jpg)