Pupuk
Permintaan Pupuk Non Subsidi Musim Tanam Gadu Rendah, Dampak dari Tingginya Harga
Pupuk urea subsidi dan NPK subsidi yang ditebusnya, sudah ada pemiliknya, yaitu anggota kelompok tani di Kecamatan Ingin Jaya, yang menanam padi pada
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kalangan pedagang pupuk di Pasar Lambaro menyatakan, permintaan pupuk non subsidi jenis urea dan NPK, pada musim tanam padi gadu ini, sangat rendah, tidak setinggi pada musim tanam padi rendeng.
“Kalau musim tanam padi rendeng, per hari bisa laku 5 – 10 sak, pada musim tanam padi gadu ini per hari berkisar 2 – 3 sak saja,” kata pedagang pupuk subsidi dan non subsidi di Pasar Lambaro, Aceh Besar Ibnu kepada Serambinews.com, Jumat (5/8/2022) di Lambaro, Aceh Besar.
Ibnu mengatakan, pada bulan ini dirinya, ada menebus pupuk urea subsidi 5 ton (100 sak) dan NPK subsidi 2 ton (40 sak).
• Pupuk Subsidi di Aceh Masih Tersedia, Ini Harganya, Permintaan Pupuk Non-Subsidi Rendah
Pupuk urea subsidi dan NPK subsidi yang ditebusnya, sudah ada pemiliknya, yaitu anggota kelompok tani di Kecamatan Ingin Jaya, yang menanam padi pada musim tanam padi gadu sejak bulan Juli dan Agustus 2022.
Harga jual pupuk urea subsidi kepada anggota kelompok tani, sangat murah, hanya Rp 112.500/sak (50 Kg), NPK subsidi Rp 115.000/sak (50 Kg), sedangkan untuk pupuk subsidi jenis lainnya seperti ZA, organik granual, organik cair dan NPK Khusus, tidak kita tebus, karena daya belinya sangat rendah.
• Aceh Besar Terima Bantuan Pupuk Organik Cair dari Kementan
Jenis pupuk subsidi, yang kita tebus dari penyalur pada musim tanam padi gadu ini, sebut Ibnu, yang permintaannya tinggi. Yaitu pupuk urea dan NPK.
Harga pupuk subsidi lainnya, juga murah, tapi karena permintaannya rendah, tidak ditebus. Seperti SP 36 harga tebus hanya Rp 120.000/Kg (50 Kg), ZA Rp 85.000/sak (50 Kg), organik granual Rp 40.000/sak (50 Kg), organik cair Rp 20.000/liter dan NPK Khusus Rp 3.300/Kg.
Pedagang pupuk non subsidi lainnya, Mahdi mengatakan, daya beli pupuk non subsidi jenis urea dan NPK, pada musim tanam padi gadu tahun ini, sangat rendah.
Pada minggu pertama Agustus ini, sudah masuk tahapan pemupukan bagi tanaman padi yang sudah ditanam dua minggu. Tapi permintaan pupuk urea dan NPK non subsidi masih sedikit.
Menurut Mahdi, ada beberapa hal yang menjadi faktor rendahnya permintaan pupuk non subsidi pada musim tanam gadu tahun 2022 ini. Pertama target luas areal tanam padi pada musim tanam gadu, berkurang sekitar 50 – 60 persen, dari target tanam padi rendeng.
Hal ini disebabkan, sehubungan dengan volume air yang tersedia pada saluran irigasi sudah berkurang, dan jangkauannya tidak lagi sampai ke ujung saluran pembagi, karena debit airnya pada musim tanam padi gadu sudah menurun setengah lebih dari kondisi normalnya, pada saat tanam padi rendeng.
Kalau pada musim tanam padi rendeng, menurut penjelasan, penjaga pintu air irigasi kepada kami, kata Ibnu, debit air di saluran bendungan irigasi mencapai sebesar 6 – 7 meter kubik/detik.
Pada musim tanaman padi gadu ini, turun menjadi 40 persen, dari kondisi normal pada musim tanam rendeng menjadi 2,8 meter kubik/detik.
“Karena tekanan dan volume air yang tersedia di saluran induk irigasi telah menurun, otomatis luas areal sawah yang bisa dijangkau air irigasi jadi terbatas,” ujar Ibnu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pupuk-subsidi-1701.jpg)