Berita Aceh Tengah
Gustira Monita Dapat Beasiswa dari Pemerintah Rusia
Boleh jadi dialah satu-satunya gadis Gayo yang mendapat beasiswa dari Pemerintah Rusia
Sebagai mahasiswa yang baru selesai, Gustira tentu tak punya penghasilan.
Gustira lalu mengajukan permohonan bantuan ke Pemerintah Aceh, Pemkab Bener Meriah dan sumber-sumber pembiayaan lainnya.
"Tapi ditolak dengan alasan tidak ada anggaran dan sebagainya," cerita anak bungsu dari enam bersaudara kelahiran Pondok Baru (Bener Meriah), 14 Agustus 1998 ini.
Sebagai seorang kreatif, Gustira tidak menyerah.
Ia lalu pulang ke Bener Meriah dan mengajar ekstrakurikuler pada sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kampung Puja Mulia.
Honorarium yang diterima tiap bulan ia simpan selama setahun terakhir.
Tapi, tentu saja belum cukup.
Gustira butuh Rp 20 juta untuk ongkos berangkat ke Rusia.
"Saya harus berangkat apapun caranya.
Saya tidak boleh menoleh ke belakang.
Menjadi batu," katanya mengutip falsafah legenda Inen Mayak Pukes yang terkenal itu.
Termasuk saat ia meninggalkan rumah di Bener Meriah.
Meninggalkan abangnya dan sanak keluarga.
Ia tak mau menoleh lagi, "enti ne mubalik, mujadi atu," pesan untuk Pukes, pengantin yang berubah jadi batu lantaran melanggar "manat" atau pesan tadi.
Gustira Monita yang akrab disapa Gustira atau Gusti, berasal dari keluarga seniman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gustira-Monita-1.jpg)