Berita Aceh Tengah
Gustira Monita Dapat Beasiswa dari Pemerintah Rusia
Boleh jadi dialah satu-satunya gadis Gayo yang mendapat beasiswa dari Pemerintah Rusia
Ayahnya (almarhum) semasa hidupanya bekerja sebagai petani kopi, tapi penikmat seni.
Ibunya, Mokmeli, juga sudah berpulang ke Rahmatullah adalah seorang guru dan pelaku seni Gayo di Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Kakeknya (ayah dari ibu) bernama Abdullah Syeh Kilang, seniman ternama di Gayo, di bidang musik dan tari.
Gustira mulai menari sejak usia delapan tahun.
Memasuki usia 13 tahun, ia sudah menciptakan tari kreasi baru.
Gustira mengembangkan sendiri bakat seninya, termasuk saat menciptakan tari kreasi baru dalam usia 13 tahun.
Itu inisiatif dirinya saat ikut lomba tari kreasi baru di Aceh Tengah.
Itu adalah karya ciptanya yang pertama.
Ia lupa memberi judul karyanya itu.
Ia hanya mengikutsertakan dalam lomba tari kreasi baru di Aceh Tengah.
“Itu karya improviasi.
Makanya tak diberi judul,” kisahnya.
Dari tangan Gustira, sudah lahir banyak karya tari, antara lain Munapi, Bunge, Canang Berok, I Pemah Lut Iyo, Redek, Nipak, dan Aman Dimot.
Tahun 2019 tercipta tari “Party Jompo, Ketibung.
” Khusus “Ketibung” diikutkan dalam World Dance Day, International Dance Day.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gustira-Monita-1.jpg)