Breaking News:

Berita Gayo Lues

BKSDA Evakuasi Harimau Sumatera Terjerat Jaring Babi

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, berhasil mengevakuasi seekor harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) yang terjerat jaring babi

Editor: bakri
SERAMBI/RASIDAN
Tim BKSDA Aceh mengevakuasi seekor harimau Sumatera yang terjerat jaring babi, di Desa Sanggir, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, Jumat (12/8/2022). 

BLANGKEJEREN - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Aceh, berhasil mengevakuasi seekor harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) yang ter jerat jaring babi di kawasan Reko, Desa Sanggir, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, Jumat (12/8/2022).

Evakuasi terhadap harimau berkelamin betina itu dilakukan BKSDA Aceh dibantu petugas Pahmut dan Polres Gayo Lues serta masyarakat setempat.

Sementara ini, harimau Sumatera itu dirawat di BKSDA Aceh Kantor Blangkejeren.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, harimau Sumatera yang ter jerat jaring babi itu dalam kondisi masih hidup dan mengalami luka di bagian kaki kiri.

Sehingga harus dievakuasi dari tempat terjerat jaring ke Kantor Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) Sesi III Galus untuk perawatan lebih lanjut.

Harimau betina yang ter jerat jaring babi itu diperkirakan berumur sekitar 4 tahun.

Adanya harimau Sumatera yang ter jerat jaring babi yang dipasang, awalnya dilaporkan pemilik kebun kepada perangkat Desa Sanggir pada Kamis 911/8/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Kini harimau yang terjerat jaring babi di kebun warga tersebut telah berhasil dievakuasi oleh tim BKSDA.

Baca juga: Harimau Masuk Perangkap BKSDA, Sudah Mangsa 9 Ekor Kambing

Baca juga: Tekan Konflik dengan Harimau, BKSDA Aceh Imbau Warga tak Pasang Jerat, yang Sudah Ditangkap, Dilepas

Harimau betina itu dirawat oleh tim BKSDA di Blangkejeren," kata Pengulu Sanggir, Tamrin, Jumat (12/8/2022).

Sementara itu, tim medis BKSDA, drh Rosa mengatakan, harimau Sumatera yang ter jerat jaring babi di kebun warga di Reko, Kecamatan Dabun Gelang, tersebut jenis betina yang berumur sekitar 4 tahunan lebih kurang.

Ia mengatakan, akibat ter jerat jaring babi yang dipasang dari tali baja itu, seekor harimau betina dengan berat badan 48 kilogram itu mengalami luka infeksi di bagian kaki sebelah kiri belakang.

Sehingga harus evakuasi dan dirawat untuk sementara di kantor TGNL Sesi III Blangkejeren.

"Melihat lukanya yang sudah infeksi di bagian kaki kiri, harimau Sumatera betina ini, diperkirakan sudah terjerat jaring sekitar tiga atau empat hari lalu, sehingga lukanya sempat infeksi," sebutnya.

Titik koordinat seekor harimau yang dilaporkan terjerat jaring tersebut berada di titik koordinat: 03'59'24,30 N 97'26'06,78 E, dengan elevation (ketinggian) 1372 M, Heading: 99,5 E.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved