Berita Jakarta

Kuota Pertalite-Solar Sekarat

Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite dan Solar subsidi diperkirakan habis dalam waktu dua bulan, jika tidak ada penambahan kuota

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ROMADANI
Tampak antrean panjang pengisian BBM jenis Solar dan Pertalite di SPBU Lemah, Takengon 

JAKARTA - Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite dan Solar subsidi diperkirakan habis dalam waktu dua bulan, jika tidak ada penambahan kuota.

Sampai pada Juli 2022, konsumsi Pertalite sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) sudah mencapai 16,8 juta kilo liter (KL).

Artinya, kuota hingga akhir tahun hanya tersisa 6,2 juta KL dari kuota yang ditetapkan sebesar 23 juta KL sampai akhir tahun.

Sementara konsumsi solar subsidi sebagai Jenis BBM Tertentu (JBT) sudah mencapai 9,9 juta KL dari kuota 14,91 juta di tahun 2022 ini atau tersisa 5,01 juta KL.

Dari sekaratnya kuota kedua jenis BBM yang dipakai sejuta umat masyarakat Indonesia ini, membuat dilema pemerintah.

Pemerintah masih belum mengambil keputusan segera apakah kuota Pertalite dan Solar Subsidi ini akan segera dibatasi melalui program MyPertamina atau memberikan tambahan kuota.

Jika akan menambah kuota, otomatis nilai subsidi yang dikeluarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 ini akan semakin bengkak.

Tahun ini pemerintah mengeluarkan anggaran subsidi senilai Rp 502,4 triliun untuk sektor energi baik BBM dan elpiji.

Sementara untuk rencana pembatasan, saat ini pemerintah dan PT Pertamina (Persero) sedang merumuskan program baru berkenaan dengan pembatasan konsumsi Pertalite dan Solar Subsidi hanya untuk masyarakat yang berhak.

Baca juga: Pertalite Diperkirakan Tak Cukup, Anggota Komisi VI Prediksi Hanya Bertahan Sampai September

Baca juga: Pertamina Perketat Suplai Pertalite, Kemenkeu: Subsidi Bakal Dihapus

Dimana, kendaraan wajib terdaftar di MyPertamina dan bakal diklasifikasikan sesuai dengan kriteria yang akan berlaku pada revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014.

Hanya saja, aturan tersebut belum tuntas, sehingga belum bisa diketahui kapan kebijakan pembatasan pemakaian Pertalite dan Solar Subsidi akan diberlakukan.

"Insya Allah (aturannya) terbit pekan ini," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, dikurip Sabtu (13/8/2022).

Arifin belum dapat memastikan apakan kuota Pertalite dan solar subsidi itu akan ditambah.

Hanya saja, pemerintah, kata dia akan terus menjaga agar kebutuhan masyarakat akan BBM dapat terpenuhi.

"Angka awalnya kan 23 juta KL lalu kita perkirakan tadinya 10 persen jadi 25 koma berapa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved