Berita Jakarta

Kuota Pertalite-Solar Sekarat

Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite dan Solar subsidi diperkirakan habis dalam waktu dua bulan, jika tidak ada penambahan kuota

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ROMADANI
Tampak antrean panjang pengisian BBM jenis Solar dan Pertalite di SPBU Lemah, Takengon 

Tapi kalau misalnya ada migrasi orang memakai Pertalite dari Pertamax gitu kan ini jadi mengakibatkan adanya ketidakseimbangan nah itu yang kita himbau untuk supaya masyarakat (bijak menggunakan BBM)," kata dia.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto sebelumnya mengatakan, penambahan kuota BBM Pertalite dan Solar subsidi sangat diperlukan.

Hal tersebut dengan mempertimbangkan konsumsi BBM di masyarakat yang telah melonjak pasca meredanya pandemi Covid-19.

Komisi VII DPR RI dan Pemerintah pun telah menyepakati untuk menambah kuota Pertalite sebanyak 5 juta KL tahun ini.

"Itu kesepakatan kami di Komisi VII.

Setelah menghitung berbagai hal, maka antara pemerintah dalam hal ini yang diwakili Menteri ESDM dan kami di komisi VII menetapkan bahwa terjadi kenaikan penambahan volume BBM bersubsidi sejumlah 5 juta KL di DPR," ujarnya.

Sebenarnya Komisi VII dan Menteri ESDM dalam rapat kerja beberapa bulan lalu juga telah memutuskan untuk menambah kuota BBM Pertalite.

Namun demikian, hal tersebut juga masih perlu pembahasan lebih lanjut dengan Banggar DPR RI.

"Kalau hari ini misalnya Banggar tidak menaikkan, akan kita cek lagi, artinya belum putus itu, karena faktanya memang konsumsi naik," jelasnya. (cnbcindonesia)

Baca juga: Begini Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Solar dan Pertalite, Ikut Berlaku di Banda Aceh

Baca juga: Banda Aceh Masuk Daerah Wajib Pakai MyPertamina untuk Beli Solar dan Pertalite, Pendaftaran Dibuka

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved