Breaking News:

Internasional

Satu Tahun Taliban Berkuasa, Hamid Karzai Desak Taliban Izinkan Anak Perempuan Kembali Sekolah

Dia menyebutnya sangat memalukan, dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Jerman, Deutsche Welle (DW) terkait satu tahun Taliban berkuasa.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengutuk penarikan Amerika Serikat (AS).

Dia menyebutnya sangat memalukan, dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Jerman, Deutsche Welle (DW) terkait satu tahun Taliban berkuasa.

Karzai, yang meninggalkan jabatannya pada 2014 setelah dua periode sebagai pemimpin Afghanistan, tetap berada di Kabul sejak pengambilalihan Taliban.

Dia membantah anggapan, dia adalah tahanan rezim, seperti yang dikatakan beberapa media.

Selama wawancara, dia menuduh beberapa orang di Pakistan mendukung Taliban dalam pengambilalihan.

Sebuah kecurigaan lama dipegang oleh mantan pejabat keamanan Afghanistan.

Baca juga: Sekolah Bawah Tanah Hadirkan Alternatif Lain Untuk Pendidikan Anak Perempuan Afghanistan

"Anda mendengar mantan perdana menteri Pakistan, Imran Khan, berbicara kepada menteri luar negeri dunia Islam di Islamabad," ujarnya.

"Dia mencoba membenarkan, gadis-gadis Afghanistan tidak pergi ke sekolah, mencoba menyalahkan tradisi yang salah. sepenuhnya salah," kata Karzai kepada DW, Senin (15/8/2022).

“Kurangnya pendidikan untuk anak perempuan berarti separuh masyarakat, setidaknya separuh masyarakat, tidak berpendidikan,” tambahnya.

"Itu adalah Afghanistan yang sangat lemah dan kekurangan," katanya.

"Jadi tidak ada alasan lain bagi Pakistan untuk melakukan ini," tambahnya.

Imran Khan, yang tidak lagi menjadi perdana menteri Pakistan, sebelumnya telah membantah sebagai sekutu Taliban.

Baca juga: Siswi Afghanistan Sudah Setahun Tidak Sekolah, Belum Ada Tanda-Tanda Taliban Buka Kembali SMA Putri

Tetapi telah dituduh oleh banyak negara, termasuk Amerika Serikat, mendukung rezim tersebut.

Karzai (64) mendesak Taliban untuk memperkenalkan kembali pendidikan untuk anak perempuan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved