Sabtu, 18 April 2026

Berita Aceh Barat

Kemenag Aceh Barat Luncurkan Madrasah Digital

Madrasah digital ini merupakan madrasah perdana di Aceh Barat yang menerapkan proses belajar mengajar (PBM) secara penuh.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Bupati Aceh Barat, H Ramli MS dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal MAg saat meluncurkan madrasah digital dengan membuka selubung papan nama, Kamis (18/82022), di MTsS Harapan Bangsa Meulaboh 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat secara resmi meluncurkan Madrasah Digital, Kamis (18/8/ 2022). 

Peluncuran Madrasah Digital ditandai dengan penarikan tirai papan nama dan pemotongan pita yang dilakukan secara bersama-sama oleh Bupati Aceh Barat, H Ramli MS dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal MAg di MTsS Harapan Bangsa Meulaboh.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Samsul Bahri SAg mengatakan, Madrasah Digital tersebut merupakan madrasah perdana di Kabupaten Aceh Barat yang menerapkan proses belajar mengajar (PBM) secara penuh.

Untuk tahap pertama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat meluncurkan dua kelas digital di madrasah, yaitu satu kelas MTsS Harapan Bangsa Meulaboh yang diikuti oleh 30 siswa dan satu kelas MAN 1 Aceh Barat yang diikuti sebanyak 34 siswa. 

Samsul menjelaskan, dalam menerapkan kelas digital pada madrasah, pihaknya melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan Platform Elearning Jelajah Ilmu untuk mendukung pelaksanaan belajar digital di lingkungan madrasah. Hal tersebut sebagai bentuk implementasi rencana strategis (Renstra) Kementerian Agama Tahun 2020-2024.

Ia berharap kepada semua pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, maupun Kementerian Agama agar dapat membantu berbagai perlengkapan sarana dan prasarana untuk kelas digital, seperti komputer, internet dan pembiayaan lainnya, agar dapat dirasakan oleh siswa.

“Saat ini, siswa menggunakan laptop dan biaya sendiri untuk kelas digital,” tambahnya.

Selain itu, Samsul menyampaikan, saat ini di madrasah Kabupaten Aceh Barat juga telah menjalankan pembelajaran bahasa asing, salah satunya di MTsS Harapan Bangsa Meulaboh yang telah menerapkan pembelajaran bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Arab, Jepang, Mandarin, dan Korea yang sudah berjalan selama dua tahun lebih.

Hal tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang menargetkan lima ribu masyarakat Aceh Barat pada tahun 2024 mendatang dapat menguasai empat bahasa asing dengan menyediakan laboratorium bahasa internasional.

“Semoga pendidikan di Kabupaten Aceh Barat semakin maju, berkualitas, hebat dan bermartabat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal MAg mengapresiasikan peluncuran madrasah digital tersebut. 

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Aceh Barat yang telah mendukung dan membantu madrasah di Kabupaten Aceh Barat, sehingga kualitas madrasah menjadi lebih baik, serta bisa tampil beda dengan lembaga pendidikan lainnya.

Iqbal mengatakan, program digitalisasi merupakan tuntutan perkembangan teknologi yang terus maju dan berkembang, sehingga program digital menjadi program prioritas Kementerian Agama. 

Sebelumnya, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh juga telah menjalin kerjasama dengan Jelajah Ilmu dengan menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk penerapan kelas digital di madrasah.

Kakanwil menjelaskan, generasi saat ini sudah sangat paham dengan penggunaan teknologi. Oleh karena itu, dengan adanya madrasah digital dapat mengarahkan siswa untuk belajar secara digital dan meminimalisir penggunaan secara negatif.

“Dulu siswa menenteng banyak buku, sekarang dengan madrasah digital siswa hanya membawa satu laptop saja. Semoga seluruh madrasah di Aceh Barat dapat menerapkan program ini,” tambahnya.

Selain itu, Iqbal juga mengaku terharu melihat siswa MTsS Harapan Bangsa Meulaboh yang sudah menguasai empat bahasa secara fasih.

Menurutnya penguasaan bahasa asing sangat penting, ditambah Kabupaten Aceh Barat merupakan kawasan industri, dan banyak dikunjungi oleh orang asing.

Namun Iqbal juga mengingatkan, selain menguasai bahasa asing, juga jangan melupakan bahasa daerah dan bahasa ibu pertiwi, baik bahasa Aceh maupun bahasa Indonesia.

“Bahasa Aceh dan bahasa Indonesia yang paling utama, jangan lupakan bahasa kita sendiri,” pungkasnya.

Selain itu, Bupati Aceh Barat, H Ramli MS menyambut baik dan mengapresiasikan madrasah digital di Kabupaten Aceh Barat dan terus mendukung program tersebut.

Ramli mengatakan, digitalisasi merupakan salah satu sistem pengendalian, oleh karenanya walaupun telah menerapkan kelas digital, namun juga jangan melupakan sistem manualisasi. Hal tersebut untuk mengantisipasi hilangnya ilmu pengetahuan.

Menurutnya, saat ini teknologi informasi dikuasai oleh orang asing, yang kapan saja dapat memberhentikan sistem digitalisasi.

Selain itu, Ramli mengaku bangga dengan madrasah yang mampu menjadi lembaga pendidikan pilihan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Aceh Barat. Ia juga bangga dengan penguasaan bahasa asing oleh siswa madrasah.

Ramli menyampaikan kepada madrasah Kabupaten Aceh Barat, untuk segera menyampaikan proposal pengusulan perlengkapan alat sarana dan prasarana yang dibutuhkan pada program madrasah digital dan pembelajaran bahasa asing kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, agar dapat diusulkan pada rencana anggaran tahun 2023 mendatang.(*)

Baca juga: Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pembangunan Lab Bahasa di Aceh Barat, Kerugian Negara Rp 258 Juta

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved