Kamis, 21 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Berlarut-larut, Remaja Ukraina Frustrasi

Anastasiia Aleksandrova tidak mengangkat teleponnya ketika ledakan artileri di dekatnya menggelegar dekat rumah sederhananya

Tayang:
Editor: bakri
AFP
Pengungsi dari Ukraina terlihat di perbatasan Polandia-Ukraina di Medyka 

KYIV - Anastasiia Aleksandrova tidak mengangkat teleponnya ketika ledakan artileri di dekatnya menggelegar dekat rumah sederhananya.

Anak berusia 12 tahun itu tinggal dengan kakek-neneknya di pinggiran Sloviansk di Ukraina timur.

Dilansir AP, tanpa seorang teman seusianya yang tersisa di lingkungannya dan kelas hanya online sejak invasi Rusia, video game dan media sosial jadi satu-satunya penyelamat saat invasi Rusia ke Ukraina belum mereda.

Hal ini menggantikan jalan-jalan dan bersepeda yang pernah dia nikmati bersama teman-temannya, yang saat ini telah melarikan diri.

“Dia lebih jarang berkomunikasi dan lebih jarang keluar jalan-jalan.

Dia biasanya tinggal di rumah bermain game di ponselnya,” kata nenek Anastasiia, Olena Aleksandrova, 57 tahun.

Beralihnya Anastasiia ke dalam teknologi digital untuk mengatasi isolasi dan tekanan perang yang berkecamuk di garis depan (hanya tujuh mil jauhnya) semakin umum di kalangan anak muda di wilayah Donetsk yang diperangi Ukraina.

Dengan kota-kota yang sebagian besar dikosongkan setelah ratusan ribu orang dievakuasi ke tempat yang aman, anak-anak muda yang tersisa menghadapi kesepian dan kebosanan.

Sebagian mereka frustrasi.

Baca juga: Uni Eropa Akui Pilih Kasih Dalam Mendukung Ukraina, Menutup Mata Terhadap Palestina

Baca juga: Jurnalis Wanita Rusia Protes Perang Ukraina Jadi Tahanan Rumah, Dituduh Sebar Berita Bohong

Tentu hal ini diselingi ketakutan akibat kekerasan yang ditimbulkan Moskwa di Ukraina.

“Aku tidak punya siapa-siapa untuk diajak bergaul.

Saya duduk dengan ponsel sepanjang hari,” kata Anastasiia dari tepi danau tempat dia kadang-kadang berenang bersama kakek-neneknya.

“Teman-teman saya pergi dan hidup saya berubah.

Itu menjadi lebih buruk karena perang ini,” tambahnya.

Lebih dari 6 juta orang Ukraina, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah meninggalkan negara itu dan jutaan lainnya menjadi pengungsi internal, menurut badan pengungsi PBB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved