Selasa, 26 Mei 2026

Berita Jakarta

Nama Pemred Serambi Dicatut, Pelaku Tawarkan Barang Lelang

Pelaku berkomunikasi via WhatsApp (WA) menggunakan bahasa Aceh dan bahkan berani menghubungi calon korban menggunakan fasilitas video call

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM
Asrizal H Asnawi 

JAKARTA - Aksi penipuan dengan mencatut nama tokoh semakin menjadi-jadi.

Terbaru, nama Pemimpin Redaksi (Pemred) Serambi Indonesia Group, Zainal Arifin, dicatut oleh pelaku yang memakai nomor Hp 082161575906.

Pelaku berkomunikasi via WhatsApp (WA) menggunakan bahasa Aceh dan bahkan berani menghubungi calon korban menggunakan fasilitas video call.

Kabar pencatutan nama Zainal Arifin itu disampaikan tokoh Aceh di Malaysia, Datuk H Mansyur Usman, dan anggota DPRA, Asrizal H Asnawi, Kamis (18/8/2022).

"Kebetulan saat ini saya sedang berada di Malaysia, sehingga Datuk Mansyur bisa mengonfirmasi langsung kepada saya," ungkap Zainal.

"Bahkan, ketika pelaku menghubungi Asrizal H Asnawi, saya sedang bersama beliau di kawasan Chowkit, sehingga saya sempat berbicara langsung dengan pelaku," lanjutnya.

Kepada Datuk Mansyur, pelaku menawarkan barang-barang lelang, berupa 150 kamera merek Canon dan 50 Hp Samsung A80.

Penipu itu meminta Datuk Mansyur untuk mentransfer uang muka agar barang-barang itu bisa dibawa ke luar dari gudang.

Tapi, Datuk Mansyur yang merasa curiga, langsung mengonfirmasikannya ke Zainal Arifin.

Baca juga: Pemred Serambi Silaturahmi dengan Rektor UTU Meulaboh, Jasman J Maruf Papar Prestasi Kampus Ini

Baca juga: Bupati Dulmusrid dan Pemred Serambi Indonesia Eksplore Ekowisata Hutan Mangrove, Begini Suasananya

Bahkan, pada saat yang sama, Datuk Mansyur mendapatkan pesan WA yang juga diduga dari penipu yang mengatasnamakan Chandra.

Hampir sama dengan penipu yang mencatut nama Zainal Arifin, pelaku yang mencatut nama Chandra ini juga menawarkan barang-barang lelang kepada Datuk Mansyur Usman.

Hal yang sama juga dilakukan pelaku kepada Asrizal H Asnawi.

Pelaku menghubungi Datuk Mansyur dan Asrizal menggunakan fasilitas video call dan memasang video Zainal Arifin saat video call.

"Saya pikir ini modus baru, karena pelaku menggunakan video korban saat video call.

Saya tidak tahu apakah memang ada aplikasi yang menyediakan fasilitas pemasangan video saat video call," ujar Asrizal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved