Breaking News:

Peringati HUT Kemerdekaan RI, USK Bantu Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan Tradisional di Pulo Aceh

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendukung peningkatan hasil tangkapan dan ekonomi masyarakat nelayan Aceh, khususnya nelayan di Pulau Aceh.

for serambinews.com
Tim Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala saat hendak menenggelamkan rumpon ikan di perairan Pulo Aceh, Rabu (17/8/2022). 

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Fakultas Kelautan dan Perikanan membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan tradisional dengan menerapkan teknologi rumpon+ di perairan Pulo Aceh, Aceh Besar.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian yang diketuai oleh Rianjuanda, S.Kel., M.Si dengan anggota Kavinta Melanie, S.Kel., M.Sc dan Ilham Zulfahmi S.Kel M.Si bekerjasama dengan Panglima Laot setempat dan Koperasi Mitra Utama Bahari (MUB) Pulo Aceh, Aceh Besar.

Kegiatan ini juga turut dihadiri dan didukung oleh masyarakat nelayan setempat, Kepala UPT BPKS Pulo Aceh, Panglima Laot Lhok Pulo Breuh Selatan, Panglima Laot Teupin Lhok Lampuyang, Ketua Koperasi Mitra Utama Bahari (MUB), Ketua Lembaga Ekowisata Pulo Aceh (LEPA), para dosen, laboran, mahasiswa dan alumni FKP USK.

Baca juga: TERUNGKAP Polri Temukan Seluruh Rekaman CCTV Pembunuhan Brigadir J, Buk PC Tersangka Baru

Baca juga: Wanita Kecelakaan Saat Jalan Bareng Kenalan, Bukan Dibawa Ke RS Malah Dirudapaksa Hingga Meninggal

Baca juga: DKP Aceh Susun Ranpergub Rumpon di Perairan Aceh, Ini Aturan soal Pasang Alat Bantu Tangkap Ikan Itu

Selain itu kegiatan ini juga melibatkan tim penyelam profesional dari ARUSK yang merupakan para alumni USK.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendukung peningkatan hasil tangkapan dan ekonomi masyarakat nelayan Aceh, khususnya nelayan di Pulau Aceh, Aceh Besar.

Rianjuanda, S.Kel., M.Si sang dosen perancang, yang juga dosen di Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) FKP USK mengatakan bahwa rumpon+ ini merupakan hasil modifikasi dari rumpon tradisional yang menggunakan attraktor (pemikat ikan) alami yang biasanya menggunakan daun kelapa atau daun iboh, ditambah dengan pemikat sintesis (buatan), tali alami (tali serabut kelapa) dan fishdome (rumah ikan) sebagai pengganti pemberat utama sehingga memiliki manfaat ganda.

Selain sebagai pengundang ikan, juga berfungsi sebagai rumah ikan dan substrat bagi larva-larva biota lainnya, bahkan larva karang, sehingga menjadikan area rumpon+ memiliki keanekaragaman hayati tinggi.

Menurut Ahli Perikanan dari USK Edy Miswar M.Si yang juga hadir pada kegiatan ini, ikan sangat suka bergumpul di sekitar rumpon, khususnya ikan pelagis kecil sehingga menarik ikan pelagis besar. Efeknya nelayan bisa dengan mudah menangkap ikan di sekitar lokasi tersebut, tidak perlu jauh-jauh sampai puluhan/ratusan mil.

“Kami sangat berterima kasih kepada FKP USK yang sudah membantu kami dengan Rumpon+ ini, sehingga kami tidak perlu melaut terlalu jauh, apalagi kami nelayan tradisional yang hanya memiliki kapal kecil dan alat tangkap sederhana,” ujar Ibnu Abbas, Panglima Laot Teupin Lhok Lampuyang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved